Festival Babad Siti Kemantren: ketika Budaya Menjadi Ruang Merawat Kerukunan
- 05 Sep 2026 09:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keberagaman budaya, agama, dan tradisi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Keberagaman tersebut tidak hanya menjadi kekayaan yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan saling menghargai.
Semangat tersebut tercermin dalam Festival Babad Siti Kemantren yang mengangkat tema “Harmony in Culture”. Festival ini menjadi ruang untuk mengenal, menjelajah, sekaligus merawat berbagai jejak budaya yang menjadi penanda keistimewaan dan kekayaan sejarah lokal Kemantren Jetis.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis, Muhammad Fauzan Fatkhulloh, SHI, turut hadir dalam pembukaan festival yang berlangsung di Klenteng Poncowinatan. Kehadiran KUA Jetis bersama tokoh agama dan budaya lintas iman menjadi bagian dari semangat membangun ruang perjumpaan yang mengedepankan kebersamaan dan kerukunan.
Festival Babad Siti Kemantren juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari jajaran Forkompimtren Jetis, lurah se-Kemantren Jetis, tokoh agama dan budaya lintas iman, hingga para LPMK/Pinituo Tuanggono Jetis. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Lebih dari sekadar kegiatan kebudayaan, Festival Babad Siti Kemantren menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat. Ruang-ruang budaya seperti ini penting untuk terus dihadirkan agar generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal akar sejarah dan tradisi di lingkungan mereka.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang mendorong masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghargai, serta membangun kehidupan sosial yang damai tanpa menghilangkan identitas dan keyakinan masing-masing.
Dalam konteks tersebut, KUA Jetis terus mendorong sinergi lintas agama dan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan. Merawat kebudayaan sekaligus memperkuat toleransi menjadi langkah penting untuk meneguhkan persaudaraan dalam keberagaman.
Festival Babad Siti Kemantren dengan tema Harmony in Culture pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang warisan budaya masa lalu. Festival ini juga menghadirkan pesan tentang pentingnya membangun masa depan bersama melalui dialog, toleransi, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Keberagaman yang dirawat dengan semangat kebersamaan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis. Budaya menjadi ruang untuk saling mengenal, sementara kerukunan menjadi kekuatan untuk berjalan bersama.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Festival Babad Siti Kemantren juga mendapat dukungan pengamanan dari Polsek Jetis. Kehadiran petugas turut memberikan rasa aman dan nyaman sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....