Ruang Aksi Kemanusiaan Mahasiswa UMY di NTT
- 26 Agt 2026 17:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, NTT – Gempa Bumi NTT berkekuatan 7,7 SR, mengubah kegiatan Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 UMY. Mereka menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah itu, sebagai ruang aksi kemanusiaan.
Program yang sebelumnya disiapkan, disesuaikan dengan kebutuhan warga. Mahasiswa kini terlibat dalam pengelolaan dapur umum, pelayanan kesehatan, pendataan, distribusi logistik, hingga pendampingan anak-anak di pengungsian.
Tim PENA 11 merupakan salah satu kelompok KKN UMY, di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya, UMY mencatat sebanyak 35 mahasiswa PENA bertugas di wilayah tersebut ketika gempa utama terjadi.
Wakil Ketua PENA 11, Elsama Rene Arifial bersama rekan-rekannya, membagi diri ke sejumlah lokasi, yang masih membutuhkan dukungan dan bantuan. ”Baik di titik-titik rawan dan posko yang masih mengalami keterbatasan air, makanan, obat-obatan, hingga tenaga medis,” katanya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Tim yang sebelumnya menjalankan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) misalnya, kini ikut membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Mahasiswa lainnya terlibat dalam pendataan warga, distribusi logistik, dan pengelolaan kebutuhan posko.
Sebelumnya, anggota PENA 11 juga melaporkan bahwa warga di Sambi Rampas membutuhkan dukungan medis, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya. ”Khusus untuk lansia, ada penanganan tersendiri dari tim kesehatan kami,” ujarnya.
Mahasiswa bersama warga juga menyiapkan dapur umum, dengan memanfaatkan potensi bahan pangan, yang masih tersedia di sekitar lokasi. Ketika pasokan sayuran dan bahan makanan terbatas, mereka memanfaatkan hasil kebun atau ladang.
Dukungan dari UMY dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) turut memperkuat penanganan di lapangan. Terutama melalui bantuan logistik dan dukungan terhadap posko kemanusiaan di lokasi gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....