Mahasiswa UMY Ungkap Kebutuhan Mendesak Korban Gempa NTT

  • 16 Agt 2026 17:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, NTT – Mahasiswa KKN UMY di Nusa Tenggara Timur (NTT), ikut membantu penanganan darurat korban bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7, yang mengguncang wilayah setempat, Sabtu 15 Agustus 2026. Mereka membantu di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk di Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling.

Fifin Anggela Prista, anggota Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 UMY yang melaksanakan KKN di Desa Nanga Mbaling mengatakan, sejumlah warga mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam. Namun, penanganan di lokasi belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis.

”Pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan ini sudah lumpuh,” katanya, Minggu, 16 Agustus 2026. ”Banyak masyarakat yang mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa.”

Keterbatasan fasilitas juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Menurut Fifin, warga di Kelurahan Pota dan kawasan pesisir sekitarnya telah mengungsi dan mendirikan tenda secara mandiri.

Kerusakan pada pusat perbelanjaan juga menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh bahan makanan, terutama Kelurahan Pota, masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan sekitarnya. Mereka sudah mengungsi dan membuat tenda secara mandiri di sekitar posko mahasiswa KKN UMY.

”Kondisi pusat perbelanjaan juga hampir rata, sehingga masyarakat kesulitan untuk membeli bahan makanan,” ujarnya. ”Karena itu, kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan adalah logistik, alat medis, dan air minum.”

Penyaluran bantuan ke wilayah terdampak juga menghadapi kendala akses. Fifin menjelaskan, jalan menuju kelurahan masih dapat dilalui, tetapi sejumlah akses menuju wilayah lain di kabupaten mengalami kerusakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....