Mahasiswa KKN UGM Petakan Kualitas Air Tanah Karangdoro, Banyuwangi

  • 23 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Mahasiswa UGM telah berhasil memetakan kualitas air tanah di Desa Karangdoro melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya menyediakan informasi mengenai kondisi sumber air yang dimanfaatkan masyarakat. Program ini merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh Safira Mahardika Rahayu, mahasiswa Teknik Geologi UGM, dengan tujuan memberikan gambaran mengenai kualitas air tanah serta kondisi sumber air di wilayah Desa Karangdoro.

Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air tanah dari sejumlah titik di wilayah Desa Karangdoro berdasarkan beberapa parameter kualitas air, yaitu pH, DHL (Daya Hantar Listrik), dan TDS (Total Dissolved Solids), dan suhu. Parameter tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik dan kondisi kualitas air tanah di masing-masing lokasi pengambilan sampel.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisi air tanah di Desa Karangdoro, Safira menjelaskan hasil pemeriksaan sekaligus karakteristik air yang ditemukan di sejumlah titik pengambilan sampel. “Saya juga awalnya kayak, kenapa bawa besi? Ternyata karena airnya itu sifatnya asam. Makanya dia korosif, cepat korosif kalau enggak besi atau apa. Terus, buat rekomendasi kemanfaatannya itu sebaiknya dinetralisir dulu, dan pH tanahnya rendah," katanya.

Data hasil pemeriksaan air tanah tersebut diolah dan dipetakan berdasarkan lokasi pengambilan sampel sehingga didapatkan peta yang menampilkan persebaran kondisi kualitas air berdasarkan parameter pH, DHL, dan TDS.

Selain menunjukkan tingkat keasaman air, peta tersebut juga menggambarkan nilai Daya Hantar Listrik atau DHL di berbagai titik. Safira menjelaskan, nilai DHL berkaitan dengan banyaknya ion terlarut yang terdapat dalam air. “DHL itu berdasarkan kandungan ion terlarut yang ada di airnya. Semakin banyak ion terlarutnya, daya hantar listriknya juga semakin tinggi. Ini titik pengambilan sampel. Misalnya yang warna hijau tua ini, daya hantar listriknya berkisar 225 sampai 338. Jadi, semakin tinggi berarti ionnya semakin banyak dan daya hantar listriknya juga semakin tinggi,’’ ucapnya.

Safira menjelaskan bahwa karakteristik air tanah di Desa Karangdoro cenderung sedikit asam, sementara nilai DHL dan TDS pada sebagian besar titik masih berada pada kisaran normal. Namun, terdapat beberapa titik dengan nilai yang relatif lebih tinggi sehingga perlu menjadi perhatian dalam pemantauan kualitas air tanah.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, hasil pemetaan diserahkan ke pemerintah Desa Karangdoro melalui Balai Desa sehingga diharapkan peta tersebut menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah desa dalam mengetahui kondisi kualitas air tanah dan perencanaan sumber daya air di wilayah Desa Karangdoro.

Peta kualitas air tanah yang dihasilkan mahasiswa KKN UGM tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Karangdoro. Sekretaris Desa Karangdoro, Sugeng Hariyadi, mengapresiasi hasil pemetaan tersebut dan menilai informasi ini bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat desa.

“Hari ini mendapatkan peta kualitas air tanah dari teman-teman KKN UGM tahun 2026, Sinari Tiga Sari. Tentunya peta ini sangat bermanfaat bagi pengetahuan kami, pemerintah desa dan warga desa. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman yang sudah memberikan kami peta kualitas air tanah,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas sumber air tanah. Ketersediaan informasi mengenai kondisi air di tingkat desa diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih tepat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....