Kemendikdasmen Gelar Bedah Buku Menulis tanpa Menangis
- 21 Agt 2026 15:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kesulitan anak dalam menulis, tidak selalu karena mereka malas. Anak yang menangis ketika diminta menulis, memiliki tulisan sulit dibaca, atau kesulitan menuangkan gagasan dalam karangan harus ditangani secara tepat.
Hal tersebut dibahas dalam bedah buku Menulis Tanpa Menangis, di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Buku tersebut berisi ajakan kepada guru dan orang tua, untuk memahami penyebab anak kesulitan menulis.
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno mengatakan, buku tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran saat ini. Sebab, pemerintah akan memberikan buku tulis kepada siswa kelas I dan II di tahap awal.
”Buku ini sangat relevan, untuk memanfaatkan buku dan memberikan pembelajaran bagi anak-anak kita,” katanya. ”Bagaimana mengajarkan cara menulis kepada anak, agar di kemudian hari tidak menjadi beban bagi anak-anak kita.”
Kegiatan bedah buku seperti ini, merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan, untuk mengenalkan buku-buku di platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI). Platform tersebut menyediakan buku teks maupun nonteks pelajaran yang dapat diakses secara gratis.
Supriyatno juga mengajak masyarakat memanfaatkan koleksi buku di SIBI yang telah memenuhi kriteria standar buku bermutu dan layak dibaca oleh peserta didik dari berbagai jenjang. ”Buku-buku di platform tersebut sudah sesuai dengan kriteria-kriteria standar buku yang bermutu dan layak dibaca.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....