Tim SEKAR-AMARTA Buka Peluang Perluasan Program Pendidikan Khusus

  • 20 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan audiensi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Ruangan Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdikpora DIY sebagai bagian dari upaya memperkenalkan program sekaligus membuka peluang kerja sama untuk memperluas manfaat inovasi pembelajaran bagi peserta didik dengan disabilitas intelektual.

Audiensi tersebut dihadiri empat anggota Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, yakni Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, dan Ilham Ramadhan. Secara keseluruhan, tim terdiri atas lima mahasiswa, yaitu Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo, di bawah bimbingan dosen pendamping Dr Rizki Arumning Tyas, MPd.

Pertemuan turut dihadiri tiga perwakilan Bidang PKLK Disdikpora DIY, yakni Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdikpora DIY Tri Haryani, S.E., M.M., Staf Bidang PKLK Isa Hariman, S.Kom., serta Staf Bidang PKLK Rizka Deviana Pratiwi, S.E. Kegiatan diawali dengan pengenalan tim, dilanjutkan pemaparan latar belakang, tujuan, serta rangkaian pelaksanaan program SEKAR-AMARTA yang telah diterapkan bersama sekolah mitra, SLB Bhakti Kencana 1.

Pengenalan Program Diseminasi dan Replikasi Program ke 81 SLB. (Foto: dok.Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA)

SEKAR-AMARTA berfokus pada optimalisasi kemampuan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui media pembelajaran berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan. Tim menjelaskan tahapan program mulai dari persiapan, pengembangan media, pelatihan guru, hingga implementasi pembelajaran bersama peserta didik dan tenaga pendidik di sekolah mitra.

Dalam audiensi tersebut, tim juga memperkenalkan Papan Sasmita sebagai media pembelajaran utama SEKAR-AMARTA. Media tersebut dikembangkan dengan mengintegrasikan unsur Pendidikan Khas Kejogjaan, ethnoscience, serta pendekatan smart-sensoric system. Perpaduan tersebut dirancang agar materi pembelajaran dapat diterima peserta didik melalui pengalaman yang lebih konkret dan melibatkan berbagai aspek sensorik.

Kepala Bidang PKLK Disdikpora DIY, Tri Haryani, S.E., M.M., memberikan arahan mengenai peluang diseminasi dan replikasi program di sekolah luar biasa lainnya. Menurutnya, pendekatan yang digunakan SEKAR-AMARTA memiliki potensi untuk dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan peserta didik di masing-masing sekolah. “Program seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas karena pendekatan yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di sekolah luar biasa. Tim perlu menyiapkan pola diseminasi dan replikasi yang jelas agar program dapat diterapkan secara bertahap di SLB lain,” ujarnya.

Arahan tersebut membuka peluang pengembangan SEKAR-AMARTA untuk menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk potensi diseminasi ke 81 SLB yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, proses replikasi perlu mempertimbangkan karakteristik setiap sekolah, kesiapan guru, kebutuhan media pembelajaran, serta mekanisme pendampingan agar penerapan program dapat berjalan secara optimal.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, mengatakan audiensi dengan Disdikpora DIY menjadi langkah penting dalam mempersiapkan keberlanjutan program setelah pelaksanaan di sekolah mitra. “Kami sangat terbuka terhadap arahan dari Disdikpora DIY, terutama terkait bagaimana program ini dapat disebarluaskan dan direplikasi di sekolah lain. Masukan yang kami peroleh menjadi bahan evaluasi bagi tim agar SEKAR-AMARTA tidak berhenti pada satu sekolah mitra, tetapi dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan setiap SLB,” ucapnya.

Audiensi tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi tim untuk menyusun strategi diseminasi dan replikasi yang lebih sistematis. Tim akan mempertimbangkan kesiapan sekolah, kompetensi guru, ketersediaan media, serta pola pendampingan dalam mengembangkan program ke sekolah lain. Melalui kolaborasi dengan Disdikpora DIY, SEKAR-AMARTA diharapkan dapat terus berkembang sebagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik dengan disabilitas intelektual di Daerah Istimewa Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....