Mahasiswa UMBY Edukasi Warga Kelola Stres dan Kecemasan
- 19 Agt 2026 05:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Stres dan kecemasan menjadi bagian dari persoalan yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik akibat tuntutan pekerjaan, persoalan sosial maupun tekanan dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 106 menggelar edukasi bertema “Mengatasi Stres dan Kecemasan” di Dusun Gandok, Kadilobo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UMBY dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenali kondisi psikologis diri. Peserta diberikan pengetahuan mengenai penyebab, gejala, serta berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengelola stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan itu, peserta diajak memahami perbedaan antara stres dan kecemasan. Kecemasan merupakan rasa takut, khawatir atau gelisah yang intens dan dapat bertahan meskipun situasi pemicu awal telah berlalu. Sementara itu, stres merupakan respons fisik dan mental tubuh terhadap tuntutan atau perubahan lingkungan yang membutuhkan penyesuaian.
Materi edukasi turut membahas berbagai faktor yang dapat memicu munculnya stres dan kecemasan. Beberapa di antaranya adalah tenggat waktu yang ketat, tuntutan prestasi, beban tugas, tekanan teman sebaya, tuntutan untuk menyesuaikan diri, konflik dalam hubungan sosial, pola pikir perfeksionis, kritik terhadap diri sendiri serta kurangnya waktu untuk beristirahat.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda ketika seseorang mengalami tekanan. Gejala tersebut dapat berupa gangguan tidur, kebiasaan menunda pekerjaan, menarik diri dari lingkungan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, merasa kewalahan, gelisah, ketegangan otot, sakit kepala, jantung berdebar hingga gangguan pencernaan.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah peer pressure atau tekanan sebaya. Pengaruh teman maupun kelompok dapat membuat seseorang merasa harus mengikuti perilaku tertentu agar diterima di lingkungan sosialnya. Tekanan tersebut berpotensi meningkatkan stres dan kecemasan, terutama ketika seseorang merasa takut ditolak, dikucilkan atau kehilangan pertemanan.
| Baca juga: Kisah Inspiratif Arifin Lolos SNBP di UGM |
Ketua Pelaksana kegiatan, Rahajeng Sekar Proboningrum, mengatakan edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mampu mengenali stres dan kecemasan, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi tekanan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang sederhana dan mudah diterapkan, sehingga peserta dapat lebih mengenali kondisi dirinya dan mengetahui cara menghadapi stres maupun kecemasan secara lebih baik,” ujarnya.
Dalam menghadapi tekanan dari lingkungan pertemanan, peserta juga diperkenalkan dengan teknik penolakan secara asertif. Penolakan dapat dilakukan secara tegas tetapi tetap santai, disertai alasan singkat, mengalihkan ajakan kepada kegiatan lain serta tetap menghargai hubungan pertemanan. Kemampuan tersebut dinilai penting agar seseorang dapat menjaga batasan diri tanpa harus merusak relasi sosial.
Selain mengenali faktor pemicu, peserta diberikan sejumlah langkah sederhana untuk membantu mengelola stres dan kecemasan. Langkah tersebut meliputi mengenali pemicu, menjaga pola hidup dengan tidur cukup dan makan teratur, bercerita kepada orang yang dipercaya, menyediakan waktu untuk beristirahat, mengarahkan pikiran pada hal-hal yang dapat dikendalikan serta melakukan teknik relaksasi pernapasan. “Mengenali kondisi diri merupakan langkah awal agar seseorang tidak merasa harus menghadapi semua tekanan seorang diri,” kata Rahajeng.
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan pre-test, penyampaian materi, sesi relaksasi dan post-test. Tahapan tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus membantu peserta memahami kembali materi yang telah disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui edukasi tersebut, KKN UMBY Kelompok 106 berharap masyarakat Dusun Gandok, Kadilobo, semakin mampu mengenali tanda-tanda stres dan kecemasan serta memiliki pengetahuan mengenai cara sederhana untuk mengelolanya. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMBY dalam memberikan pengetahuan yang aplikatif kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya mengenali kondisi diri, mengelola tekanan dan membangun lingkungan sosial yang lebih positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....