Semarakkan HSN 2026: PW JQH NU DIY Gelar MTQ Tingkat DIY
- 14 Agt 2026 19:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.VO.ID, Yogyakarta— Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQH NU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat DIY dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
MTQ JQH NU DIY tersebut akan berlangsung di Kampus UNU Yogyakarta pada Ahad, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh utusan PC JQH NU kabupaten/kota se-DIY serta mahasiswa dari perguruan tinggi di lingkungan LPTNU DIY.
Ketua PW JQH NU DIY, KH Ujang Sihabuddin, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, MTQ merupakan bagian dari ikhtiar JQH NU untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“MTQ ini kita niatkan sebagai bagian dari syiar Gema Al-Qur’an sekaligus sarana pembinaan bagi santri pondok pesantren Al-Qur’an dan mahasiswa di lingkungan LPTNU DIY,” terang Ujang, Kamis (13/8/2026).
Ia mengajak PC JQH NU se-DIY dan perguruan tinggi di lingkungan LPTNU untuk segera mempersiapkan peserta terbaiknya.
“Kami mengajak para santri, mahasiswa, dan kader-kader muda NU yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an untuk ikut serta. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi mari bersama-sama memeriahkan Hari Santri melalui kegiatan yang dekat dengan Al-Qur’an,” katanya.
MTQ JQH NU DIY 2026 mempertandingkan enam cabang, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Qiro’at Sab’ah, Kaligrafi Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, dan Tartil Al-Qur’an.
“Untuk utusan PC JQH NU, peserta berasal dari santri pondok pesantren Aswaja NU yang memperoleh rekomendasi resmi dari PC JQH NU kabupaten/kota. Sementara kategori LPTNU diperuntukkan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang berada di lingkungan LPTNU DIY,” jelas Ujang.
Sejumlah cabang memiliki kategori putra dan putri dengan batasan usia maupun ketentuan khusus. Cabang Tilawah, misalnya, diperuntukkan bagi peserta usia MTs/SMP/MA/SMA/SMK. Cabang Tahfidz untuk kategori PC JQH NU mempertandingkan hafalan 10 juz, Sedangkan kategori mahasiswa LPTNU mempertandingkan hafalan 15 juz.
“Sementara itu, cabang Qiro’at Sab’ah Mujawwad terbuka untuk umum dengan batas usia maksimal 35 tahun. Peserta akan memilih Imam Qolun atau Imam Warasy, dengan maqra yang diundi sehari sebelum tampil,” ucap Ujang.
Adapun cabang Khottil Qur’an Naskhi menggunakan media kertas berukuran 80 x 60 sentimeter yang disediakan panitia. Peserta diberi waktu empat jam dan membawa sendiri alat tulis serta tinta hitam. Sedangkan cabang Tartil diperuntukkan bagi peserta usia MI/SD dengan materi dari Juz 1 hingga Juz 10.
“Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para juara berupa trophy, piagam, dan bingkisan Hari Santri. Selain itu, akan diberikan penghargaan Juara Umum kepada PC JQH yang memperoleh jumlah juara terbanyak. Trophy Juara Umum merupakan Trophy Rektor UNU Yogyakarta,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, semangat utama kegiatan ini adalah mempertemukan tradisi Al-Qur’an, pesantren, kampus, dan generasi muda NU dalam satu ruang kebersamaan.
“Harapannya, MTQ ini bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, dekat dengan pesantren, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan,” ujarnya.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 5 September 2026. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi KH Ujang Sihabuddin di 082325731515 atau Abdul Mu’thi di 085643542401. (Bramma Aji/Ajeng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....