MES DIY Perkuat Kawasan Halal Melalui Kolaborasi Strategis

  • 22 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPEK PP Muhammadiyah) terus memperkuat pengembangan ekosistem halal melalui program Komitmen Kawasan Halal (KKH). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3 ini mengusung pendekatan Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur dengan menyasar Kalurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul, kawasan Kalasan di Kabupaten Sleman, serta program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan.

KKH merupakan inovasi kolaboratif yang dikembangkan MES DIY dan G2R Tetrapreneur DIY sebagai langkah persiapan kawasan untuk memenuhi berbagai standar halal. Program ini mencakup pengembangan Kawasan Halal Industri (KIH), Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), serta Wisata Ramah Muslim. Melalui pendekatan tersebut, kawasan tidak hanya didorong memenuhi aspek sertifikasi halal, tetapi juga memperkuat tata kelola, kualitas layanan, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan sumber daya manusia.

MES DIY bersama LPEK PP Muhammadiyah melakukan silaturahim dan penguatan Program Komitmen Kawasan Halal (KKH) sebagai bagian dari Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3. (Foto: Sekretariat G2RT Indonesia)

Ketua Departemen Industri Halal MES DIY sekaligus Founder dan Konseptor G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program KKH tahun 2026 berfokus pada pengelolaan kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan. Salah satu lokasi utama yang menjadi sasaran adalah Kalurahan Wukirsari yang telah mengimplementasikan Model G2R Tetrapreneur melalui pendampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY. “Pada tahun 2026, KKH difokuskan pada penguatan kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan Mahasiswa Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta bersama Ir. Edy Muhammad selaku Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) Departemen Industri Halal (DIH). (Foto: Sekretariat G2RT Indonesia)

Rika menambahkan, pelaksanaan KKH tahun ini juga melibatkan Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyusunan video edukasi publik dan analisis kawasan menggunakan pendekatan Operations and Technology Management (OTM) serta G2R Tetrapreneur. Selain di Wukirsari dan Kalasan, program ini turut mendukung pengembangan Wisata Ramah Muslim melalui kegiatan Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan yang digagas LPEK PP Muhammadiyah. “Kami berharap hasil kajian dan karya yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi publik sekaligus sarana promosi kawasan halal yang berkelanjutan di DIY,” ucapnya.

KKH Pariwisata Ramah Muslim Kerjasama MES DIY, LPEK PPM dan Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta. (Foto: Sekretariat G2RT Indonesia)

Kegiatan ini mendapat supervisi langsung dari para dosen pengampu, Departemen Industri Halal MES DIY, serta LPEK PP Muhammadiyah. Hasil karya yang dihasilkan direncanakan akan ditampilkan dalam Jogja Halal Festival (JHF) #3 sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pengembangan ekosistem Komitmen Kawasan Halal di DIY. Selain menjadi media promosi kawasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antarstakeholder dalam mengembangkan ekonomi syariah berbasis pemberdayaan masyarakat.

KKH Zona Khas Kalasan Kerjasama MES DIY dan Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta. (Foto: Sekretariat G2RT Indonesia)

Dalam pelaksanaannya, KKH melibatkan berbagai tokoh dan pemangku kepentingan dari MES DIY, G2R Tetrapreneur, akademisi, pelaku industri halal, hingga LPEK PP Muhammadiyah. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, program KKH diharapkan menjadi model pengembangan kawasan halal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan literasi halal, promosi wisata ramah muslim, serta pengembangan model kewirausahaan asli Indonesia yang berbasis gotong royong dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....