Tim Dosen UNY dan UGK Dorong Potensi Kerajinan Bambu di Semanu

  • 11 Agt 2026 12:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul – Tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Universitas Gunungkidul (UGK) mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan usaha kerajinan bambu di Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk "Peningkatan Kualitas dan Pengelolaan Limbah Kerajinan Bambu sebagai Diversifikasi Produk Unggulan Kalurahan Semanu Kabupaten Gunungkidul" dengan melibatkan Kelompok GECHO dan FDA Handycraft sebagai mitra.

Kegiatan diketuai Dosen UNY Dr. Anggi Tias Pratama S.Pd. M.Pd. bersama anggota Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi M.Pd. dan Heru Sukoco S.Si. M.Pd., serta Dosen UGK Dr. Catarina Wahyu D.P. S.E. M.Pd. Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri Lurah Semanu Drs. Harto Muadzan M.Si. dan Dukuh Nitikan Barat Ukik Nugroho. Sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi juga dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan.

"Penguatan kualitas usaha dan pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi kerajinan bambu Semanu," ujar Anggi.

Serah Terima Mesin Irat Bambu. (Foto: Dok. Tim dosen UNY).

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ketua tim pengabdian serta Lurah Semanu. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan usaha kerajinan bambu sekaligus pemanfaatan limbah untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Setelah pembukaan, peserta dibagi menjadi dua kelompok pendampingan berdasarkan karakteristik serta kebutuhan masing-masing mitra.

Kelompok GECHO yang didominasi peserta laki-laki mendapatkan pendampingan dari Anggi Tias Pratama dan Bayu Rahmat Setiadi. Materi yang diberikan meliputi identifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk pengenalan berbagai risiko selama proses produksi. Peserta juga mengikuti praktik pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis powder serta materi strategi usaha.

"Penerapan K3 di lingkungan kerja penting agar proses produksi kerajinan dapat berlangsung dengan lebih aman dan tertata," ucap Bayu.

Praktik Pemadaman Api Menggunakan APAR Powder. (Foto: Dok. Tim dosen UNY).

Sementara itu, FDA Handycraft yang didominasi ibu-ibu memperoleh pendampingan dari Catarina Wahyu D.P. dan Heru Sukoco. Materi yang diberikan mencakup perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), strategi pemasaran, serta pembentukan kelompok usaha yang baik agar anggota mampu menghitung biaya produksi secara akurat dan menentukan harga jual secara rasional.

Usai rangkaian pelatihan dan pendampingan, tim pengabdian melakukan serah terima mesin irat bambu kepada kedua mitra. Mesin tersebut diserahkan oleh ketua tim pengabdian kepada perwakilan Kelompok GECHO Sigit Sugiarto dan perwakilan FDA Handycraft Suwarji, yang dilanjutkan dengan praktik pengoperasian alat.

"Pemberian mesin irat bambu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus membuka peluang diversifikasi produk," katanya.

Melalui pelatihan, pendampingan, serta pemberian fasilitas produksi tersebut, tim pengabdian berharap mitra mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, menerapkan prinsip K3, serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan dan limbah bambu menjadi produk unggulan Kalurahan Semanu.

Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui nomor kontrak 173/C3/DT.05.00/PM/2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....