Pesan Mutiara Pagi RRI: Meneladani Gaya Hidup Sehat Rasulullah
- 09 Agt 2026 05:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Menjaga kesehatan, fisik yang kuat, dan sifat amanah merupakan substansi ajaran Islam yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Wakaf Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY Ustaz Edi Sunarto saat mengisi program Mutiara Pagi di RRI Yogyakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Menjawab pertanyaan pendengar bernama Budi mengenai anjuran berkuda, berenang, dan memanah, Ustaz Edi Sunarto menjelaskan pentingnya memahami makna di balik anjuran tersebut secara holistik.
"Pada zaman Rasulullah, beliau menganjurkan umat Islam untuk berkuda, berenang, dan memanah. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, fasilitas olahraga sudah sangat beragam. Substansi pesan yang perlu kita ambil adalah bagaimana menjaga jasad tetap sehat, kuat, dan bugar," ujarnya.
| Baca juga: Hidup Adalah Pertaruhan Tergantung Tujuannya |
Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan nyata dalam menjaga kebugaran tubuh. Beliau dikenal aktif berjalan kaki dan sangat jarang mengalami sakit.
"Rasulullah mencontohkan gaya hidup sehat. Beliau banyak berjalan kaki, menjaga kebugaran, serta menguasai kemampuan memanah dan berkuda. Intinya, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah," katanya.
Menurutnya, kesadaran menjaga fisik yang bugar selaras dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan perilaku harian Nabi Muhammad SAW.
Pada sesi berikutnya, pendengar bernama Sri menanyakan keberadaan sosok pemimpin yang tetap amanah dan bebas dari godaan duniawi di era modern. Menanggapi hal itu, Ustaz Edi Sunarto meyakini bahwa figur pemimpin berintegritas selalu ada di setiap zaman.
"Insyaallah masih ada pemimpin yang amanah. Sesuai sunatullah, setiap masa selalu melahirkan orang-orang baik. Dahulu para pejuang rela mempertaruhkan nyawa melawan penjajah tanpa tergiur kepentingan duniawi. Begitu pula sekarang, masih banyak yang konsisten menjaga amanah," ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat tidak sekadar menunggu hadirnya figur ideal, tetapi mengawali ikhtiar kebaikan dari lingkup terkecil.
"Sebaiknya kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lalu lingkungan sekitar. Mari menjalankan ajaran Islam dan Al-Qur'an secara konsisten. Dari tatanan masyarakat yang baik, kelak lahir pemimpin yang amanah," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....