Lima Diakon Resmi Ditahbiskan Menjadi Imam SJ di Kotabaru Yogyakarta

  • 03 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Panggilan imamat merupakan ketetapan Tuhan bagi seseorang untuk menjadi juru damai dalam komunitas pelayanan. Seorang imam bersedia mengabdikan diri di hadapan Allah dan manusia demi menghadirkan belas kasihan Tuhan di tengah umat.

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai Misa Tahbisan Imam di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta pada Rabu, 29 Juli 2026. Sebanyak lima diakon resmi menerima tahbisan imamat setelah menempuh proses pendidikan dan formasi panjang.

Kelima diakon tersebut adalah Diakon Dionisius Amadea Prajna Putra Mahardika SJ, Diakon Andreas Agung Nugroho SJ, Diakon Gregorius Agung Satriyo Wibisono SJ, Diakon Klaus Heinrich Raditio SJ, dan Diakon Filipus Frederick Ray Popo SJ.

Dalam tata perayaan misa, prosesi diawali dengan pengajuan para calon imam di hadapan Uskup dan umat. Provincial Serikat Jesus Indonesia Pater Albertus Bagus Laksana SJ menyampaikan bahwa kelima diakon telah mempersiapkan diri untuk hidup menurut Injil.

“Menurut penilaian kami dan orang-orang yang mengenal para diakon ini, mereka layak untuk ditahbiskan menjadi imam,” katanya.

Uskup Emeritus Keuskupan Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang kemudian merespons pengajuan tersebut dan menyatakan pilihan gereja atas para calon. Sebelum penumpangan tangan, ia mengingatkan kembali komitmen pelayanan yang akan diemban oleh para diakon.

“Menjadi imam berarti bersedia melaksanakan tugas seorang imam dengan cermat, menggembalakan umat Allah dalam kerja sama yang setia dengan para rekan imam,” ucapnya.

Setelah para calon memberikan pernyataan kesanggupan, umat yang hadir menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Orang tua, keluarga, serta kerabat yang memadati gereja pun mengucap syukur atas resminya kelima diakon tersebut menjadi imam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....