Efisiensi Anggaran Perpusnas Berdampak Serius

  • 26 Jul 2026 19:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pustakawan UMY Novy Diana Fauzie prihatin melihat efisiensi anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Kondisi ini berpotensi menghambat keberlanjutan program penguatan literasi yang selama ini menjangkau masyarakat.

Baik melalui perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, lembaga permasyarakatan, hingga di fasilitas kesehatan. Padahal, program penguatan literasi terbukti mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

”Sedih sebenarnya, program itu dibuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi sejak dini,” katanya, Minggu, 26 Juli 2026. ”Ketika anggarannya dipotong, kesempatan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap bahan bacaan berkurang.”

Anggaran Perpusnas pada 2026 tercatat sebesar Rp377.999.537.000, jauh lebih rendah dibandingkan pagu awal 2025 yang mencapai sekitar Rp721,68 miliar. Perpusnas juga menyatakan, program penyediaan 1.000 buku untuk setiap taman bacaan masyarakat belum dapat didanai kembali.

Padahal menurut Novy, perpustakaan daerah bukan sekadar tempat meminjam buku. Perpustakaan juga menjadi ruang publik yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, seperti bedah buku dan ruang belajar untuk berbagai kelompok usia.

Keberlanjutan layanan perpustakaan butuh dukungan kebijakan dan anggaram yang konsisten. Pengurangan anggaran di Perpusnas akan lebih terasa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah yang belum memiliki toko buku, perpustakaan representatif, maupun akses internet memadai.

Novy menilai program distribusi buku ke daerah dan pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran merupakan langkah yang efektif. Program ini bisa menumbuhkan budaya literasi di masyarakat sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....