Menyikapi Kecerdasan Buatan melalui Ensiklik Magnifica Humanitas

  • 22 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Perkembangan teknologi kian pesat di masyarakat, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dibutuhkan sikap yang tepat untuk menanggapinya. Penyuluh Katolik kota Yogyakarta, Felicitas Tiwi, menyampaikan pemanfaatan AI dari sudut pandang iman Katolik.

“Berpedoman pada Ensiklik perdana Paus Leo XIV,” katanya saat melakukan proses rekaman di studio rekaman RRI Yogyakarta. Proses rekaman berlangsung Rabu, 15 Juli 2026.

Ensiklik tersebut bernama Magnifica Humanitas. Ensiklik yang rilis 25 Mei 2026 tersebut disebut juga sebagai Kemanusiaan yang Agung.

“Pedoman yang mengajarkan umat dapat memanfaatkan AI namun dikembalikan pada keluhuran martabat manusia,” ujarnya.

Menurutnya Magnifica Humanitas juga berkaitan dengan Ajaran Sosial Gereja (ASG). Sebuah panduan dan pedoman moral bagi kebaikan bersama di masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan permasalahan sosial, ekonomi, dan politik.

Mengutip Vatican News, Ensiklik tersebut mengajak umat tetap menjaga martabat di era AI. Artinya kecerdasan buatan harus melayani manusia bukan sebaliknya.

Selengkapnya mengenai Mangnifica Humanitas dapat disimak dalam program acara Mimbar Agama Katolik, Jumat, 24 Juli 2026. Program acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 20.00 WIB ini, terselenggara di Pro1 Jogja. Dapat didengarkan melalui frekuensi FM 91,1 atau kanal streaming RRI Digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....