Tim KKN - PPM UGM Jejak Jayapura 2026 Siap Mengabdi di Ujung Timur Indonesia

  • 23 Jun 2026 09:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Semangat pengabdian membawa kelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada melintasi ribuan kilometer menuju Jayapura. Selama 50 hari, mereka akan hidup bersama masyarakat sambil mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal di Desa Bambar dan Desa Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

Tim KKN - PPM UGM Jejak Jayapura 2026 telah resmi dilepas dan diberangkatkan pada tanggal 20 Juni 2026. Pelaksanaan pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama periode Juni hingga Agustus 2026.

Tim ini menjadi salah satu kelompok yang menempuh lokasi pengabdian terjauh. Perjalanan mereka bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Koordinator Unit Mahasiswa Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura, Kaleb Beltzasae Salamuk, mengatakan, "Permintaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah menjadi alasan kami kembali ke Jayapura. Kami ingin melanjutkan program yang sudah dirintis tim sebelumnya."

Pengabdian akan difokuskan di Desa Bambar dan Desa Doyo Lama, Distrik Waibu yang memiliki karakteristik berbeda namun sama-sama menyimpan potensi besar. Desa Bambar berada di kaki Pegunungan Cycloop dengan kekayaan perkebunan dan wisata alam, sementara Desa Doyo Lama dikenal melalui Danau Sentani dan situs megalitik bersejarah.

“Program kami berfokus pada pembentukan model desa eco-agrotourism. Potensi lokal akan dikembangkan agar memberi manfaat ekonomi berkelanjutan,” ujar Kaleb dalam siaran Sore Ceria Pro2 Jogja, Kamis, 18 Juni 2026.

Selain program pemberdayaan masyarakat, tim juga menyiapkan strategi promosi digital untuk memperkenalkan Papua. Upaya itu dilakukan melalui dokumentasi, publikasi, dan produksi konten kreatif selama KKN berlangsung.

Koordinator Humas dan Publikasi KKN PPM Jogja-Jayapura 2026, Bulan Seva, mengatakan Papua memiliki banyak destinasi menarik. Namun, banyak potensi tersebut belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

“Lewat konten yang kami buat, ingin menunjukkan bahwa Papua tidak hanya memiliki Raja Ampat. Banyak keindahan lain yang layak dikenal masyarakat lebih luas,” kata Bulan.

Melalui berbagai konten digital, tim akan berupaya menampilkan sisi lain Jayapura yang jarang terekspos. Keindahan Danau Sentani, Pegunungan Cycloop, hingga kehidupan masyarakat akan menjadi bagian cerita.

“Kami ingin meninggalkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, potensi daerah ini semakin dikenal dan terus berkembang,” ujar Bulan.

Meski harus menempuh perjalanan dengan kapal laut selama enam hari, semangat para mahasiswa tetap tinggi. Mereka berharap kehadiran KKN UGM dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mengangkat potensi Papua ke panggung yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....