Tips Bagi Orang Tua untuk Memantau Kondisi Anak di Sekolah
- 30 Apr 2026 16:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Surabaya - Jutaan orang tua Indonesia setiap hari membuka grup WhatsApp wali kelas, dengan keyakinan penuh bahwa mereka sudah cukup terlibat dalam pendidikan anak. Seringkali materi pembelajaran dan informasi pendidikan juga disebarkan lewat WhatsApp.
Keyakinan itu salah besar, dan ada bukti ilmiah internasional yang membuktikannya. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Profesor Imas Maesaroh menyampaikan hal itu, dalam sebuah acara Talkshow di Surabaya, Kamis, 30 April 2026.
”WhatsApp itu tidak dirancang untuk pendidikan,” katanya. ”Kita yang memaksanya jadi alat komunikasi sekolah-orang tua karena tidak ada yang lain.”
Profesor Imas, yang juga Pakar di SEVIMA sebagai perusahaan teknologi pendidikan, justru menyoroti sistem komunikasi yang tidak pernah dirancang untuk menangkap persoalan lebih awal.
Di tengah momen Ujian Nasional berbasis Tes Potensi Akademik (TPA) dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui SNBP, keterlambatan informasi tentang perkembangan anak bisa berdampak fatal terhadap kesiapan akademik mereka.
Ia pun memaparkan penelitian Profesor Peter Bergman yang dipublikasikan di Journal of Political Economy tahun 2021. Penelitian itu membagi orang tua menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama mendapat informasi perkembangan anak dari guru secara rutin setiap dua minggu sekali. Sedangkan kelompok kedua tidak mendapat informasi apapun, sehingga hasilnya pun sangat mencolok.
”Anak dari kelompok pertama mengalami kenaikan kompetensi akademik yang signifikan dari peringkat 30 di kelas bisa naik ke peringkat 10 atau 15,” ucapnya. ”Sedangkan pada kelompok kedua, tidak menunjukkan kenaikan apapun.”
Penelitian lanjutan oleh Bergman dan Chan tahun 2021 di West Virginia memperkuat temuan ini. Sekolah yang mengirimkan pesan kepada orang tua setiap kali anak tidak masuk kelas, tidak mengerjakan tugas, atau mendapat nilai rendah mencatat penurunan angka kegagalan mata pelajaran sebesar 27 persen.
”Hasil serupa juga ditemukan di Chile oleh tim Berlinski pada 2024,” ucapnya. ”Nilai matematika naik dan kehadiran membaik, sehingga hasil ini membuktikan, jika pola tersebut bisa berlaku di negara berkembang seperti Indonesia.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....