Rektor UMY: Pendekatan Humanistik Mendesak Diterapkan
- 23 Apr 2026 18:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pendekatan humanistik dalam pengukuran kinerja perguruan tinggi, dinilai semakin mendesak. Yaitu di tengah dominasi indikator kuantitatif seperti akreditasi dan pemeringkatan.
Rektor UMY Profesor Achmad Nurmandi menilai, penambahan perspektif humanistik menjadi langkah penting. Sebab, upaya ini sebagai cara menyeimbangkan capaian angka dengan kualitas kehidupan sivitas akademika.
”Seluruh universitas di dunia ini tidak bisa menghindari pengukuran secara kuantitatif,” katanya, Kamis, 23 April 2026. ”Indikator kinerja tidak hanya soal angka, tetapi juga harus melihat dimensi kemanusiaan, termasuk kebahagiaan dosen dan mahasiswa.”
Saat ini, praktik pengukuran kinerja di perguruan tinggi secara global, masih bergantung indikator kuantitatif. Akreditasi nasional, pemeringkatan internasional, hingga berbagai ukuran performa institusi didominasi oleh angka-angka, yang kerap menjadi tolok ukur utama keberhasilan.
| Baca juga: Perguruan Tinggi Harus Kuatkan Kajian Sosial |
Meskipun sebagian pemeringkatan internasional telah memasukkan unsur kualitatif seperti reputasi alumni dan akademisi, proporsinya masih belum cukup kuat. Terutama untuk mengimbangi dominasi indikator numerik.
Penerapan indikator kinerja berbasis capaian yang selama ini dijalankan kampus, memang terbukti mendorong peningkatan signifikan. Namun, capaian tersebut perlu dilengkapi dengan dimensi yang lebih berorientasi pada manusia.
“Ini bisa menjadi pelengkap dalam penilaian,” katanya. ”Agar pengukuran tidak hanya berorientasi angka, tetapi juga kualitas kehidupan akademik.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....