Umat Katolik Diajak Terlibat Melalui Lingkungan Masing-masing

  • 12 Apr 2026 09:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pilihan tempat sesuai cita rasa masyarakat setempat, menjadi latar belakang pembangunan gereja Katolik Santo Yusup Bintaran. Demikian disampaikan Romo paroki gereja Bintaran, Romo Benediktus Danarto Agung Wibowo, Pr, Minggu, 12 April 2026. Romo Danarto menyampaikannya saat memberi pengantar pada misa Minggu pagi, bertepatan misa ulang tahun ke – 92 gereja Bintaran.

“Tahun 1933 hingga 1940, Romo Soegijapranata menggembalakan umat Paroki Santo Yusup Bintaran,” katanya.

Menurutnya saat menggembalakan, Romo Soegijapranata membentuk lingkungan atau kring di kalangan umat. Hingga saat ini karya dari Uskup pribumi pertama tersebut dipakai gereja Katolik di Indonesia. Yaitu adanya pembagian lingkungan pada tiap wilayah yang ada.

Sementara itu, Romo Adrianus Maradiyo yang memimpin misa mengingatkan umat di lingkungan terlibat di kegiatan kemasyarakatan. “Sehingga diharapkan umat merasakan kegembiraan dan kecemasan yang ada,” ujarnya.

Romo Maradiyo mengajak umat untuk melakukan Actio Catholica. Ajaran tersebut dicetuskan oleh Romo Soegijapranata, dan menginspirasi terbentuknya lingkungan atau kring yang ada. “Kita akan menemukan Damai Sejahtera sesuai bacaan hari ini, melalui lingkungan kita,” ucapnya. Lebih lanjut, Romo Maradiyo menyebutkan buah Damai Sejahtera adalah suka cita.

Tiga Romo mempersembahkan misa secara konselebrasi, yang juga bertepatan dengan minggu Kerahiman Ilahi. Romo Adrianus Maradiyo, Pr, selaku Vikep Episkopalis Kategorial Jogja Timur, dan Romo Benediktus Danarto Agung Wibowo, Pr. Selain itu Romo Agustinus Yabar Maseh, Pr, juga ikut mendampingi dan mempersembahkan misa.

Mengutip laman Keuskukupan Agung Semarang (KAS), gereja Katolik Santo Yusup Bintaran dikenal sebagai gereja Jawa pertama di Yogyakarta. Karena sejak awal, gereja dibangun untuk masyarakat Katolik pribumi. Selain bentuk bangunan yang juga khas, berbeda dengan bentuk bangunan gereja yang lain.

Pembangunan gereja dimulai tahun 1933. Peresmiannya sendiri pada 8 April 1934. Keprihatinan keterbatasan ruang di gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta, menjadi latar belakang pembangunan gereja ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....