Jaga Warga, Model Ketahanan Sosial Warga dari Kota Istimewa

  • 05 Apr 2026 07:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman — Suasana malam yang sejuk di lereng kaki Gunung Merapi tidak menyurutkan semangat warga untuk berkumpul dan berkoordinasi. Di tengah keheningan malam, masyarakat yang tergabung dalam organisasi Jaga warga tampak aktif berdiskusi, menyusun langkah, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketertiban sekaligus membangun kemandirian di lingkungan mereka.

Kegiatan Jaga warga yang digelar di Rumah Jaga warga, Jetis Baran, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 3 April 2026, menjadi bukti nyata sinergi warga dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan produktif.

Dalam kegiatan tersebut, Jaga warga melaksanakan piket rutin sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Tidak hanya itu, organisasi ini juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui usaha bersama di bidang pertanian jahe merah. Sebanyak 3.000 pohon jahe merah telah ditanam oleh kelompok tani Jaga warga milenial yang dipimpin oleh Ketua Jaga warga, Suparjan.

Menariknya, program pertanian jahe merah ini tidak berjalan sendiri. Jagawarga telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia yang telah lama merajai industri jamu nasional. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan bibit unggul hingga pembinaan usaha, sehingga para petani mendapatkan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi.

Jagabaya Sardonoharjo sekaligus Kepala Bagian Pemerintahan Kalurahan, Cahyo Wening, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kerja nyata Jaga warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah kalurahan mendukung penuh kegiatan tersebut yang turut membantu pengembangan usaha pertanian warga.

“Atas nama pemerintah kalurahan, kami sangat mengapresiasi kegiatan Jaga warga. Ini adalah bentuk nyata kemandirian masyarakat. Melalui tanah Kalurahan nantinya kami siap mendukung usaha bersama, khususnya di sektor pertanian seperti jahe merah,” ujarnya.

Selain itu, Cahyo Wening juga mengungkapkan adanya kerja sama antara Kalurahan Sardonoharjo dengan sejumlah investor dari perusahaan besar di Kalurahan Sardonoharjo,Kolaborasi ini membuka peluang kerja bagi masyarakat dengan total sekitar 2.000 lowongan pekerjaan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Jaga warga sendiri terus diarahkan menjadi organisasi yang mandiri dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Keberadaan Runah Jagawarga menjadi simbol sekaligus pusat aktivitas warga dalam bermusyawarah, bertukar gagasan, dan merancang program bersama.

Sementara itu, Ketua LPMKal Unit Padukuhan Jetis Baran, Agus Istiyadi, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan antaranggota. Ia menyebutkan bahwa koordinasi yang selama ini terjalin melibatkan seluruh elemen, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sehingga menciptakan sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Silaturahmi rutin menjadi kunci utama kekompakan Jaga warga. Kami selalu bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Dengan berbagai program yang dijalankan, Jaga warga di Kalurahan Sardonoharjo kini menjadi percontohan dalam membangun ketahanan sosial berbasis masyarakat. Perpaduan antara keamanan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dukungan pemerintah, serta kemitraan dengan industri jamu nasional menjadikan Jaga warga sebagai model organisasi warga yang adaptif, mandiri, dan berkelanjutan di Kota Istimewa Yogyakarta. (Ajeng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....