Kosudgama Melesat di Usia 44 Tahun, Aset Tembus Rp312 Miliar

  • 31 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Di tengah upaya pemerintah membentuk 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mendorong ekonomi desa, memberantas praktik rentenir, serta menjaga stabilitas harga komoditas, Koperasi Serba Usaha Dosen Universitas Gadjah Mada (Kosudgama) Daya Gemilang justru menunjukkan kinerja yang semakin solid.

Memasuki usia ke-44, Kosudgama menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-44 untuk tahun buku 2025 di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu, 28 Maret 2026, yang dihadiri sekitar 1.110 anggota beserta mitra.

Dalam perjalanannya, Kosudgama terus mencatat berbagai capaian, mulai dari penguatan jaringan hingga pengembangan usaha. Sepanjang 2025, sejumlah program unggulan telah dijalankan, seperti pembangunan kantor, pengembangan unit usaha, pembangunan Plaza Kosudgama, hingga pendirian empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG.

“Kami juga mulai merintis usaha lain, ke depan ada tawaran membeli rumah sakit walaupun baru tahap negosiasi,” kata Ketua Pengurus Kosudgama, Dr. Noorhadi Rahardjo, dalam sambutannya.

Sekretaris Universitas UGM Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, mengapresiasi perkembangan Kosudgama yang kini memiliki sekitar 8.855 anggota, dengan sekitar 1.700 berasal dari internal UGM. Meski bukan lagi mayoritas, kontribusi koperasi ini bagi sivitas akademika tetap dinilai besar dan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika ekonomi dan tantangan usaha, tanpa mengesampingkan tujuan utama koperasi, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota. Berbagai layanan yang telah disediakan, mulai dari kebutuhan dasar hingga fasilitas kesehatan dan kerja sama transportasi, dinilai sebagai langkah strategis yang perlu terus dikembangkan.

“Selamat dan mudah-mudahan melalui rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik untuk pengembangan kesejahteraan ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI, Destry Anna Sari, menyampaikan pesan Menteri Koperasi bahwa Kosudgama memiliki posisi strategis sebagai koperasi berbasis perguruan tinggi yang tidak hanya berperan sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang inovasi dan pembelajaran berbasis nilai kebersamaan.

Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif anggota, baik dalam transaksi, pemberian masukan, maupun partisipasi dalam pengambilan keputusan. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, termasuk peluang pengembangan layanan asuransi untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota.

Destry turut menyambut positif rencana pendirian pusat pelatihan koperasi yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan, khususnya dalam mendukung pengelolaan 80 ribu koperasi desa yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Kami menyambut baik karena ada 80 ribu koperasi desa kelurahan Merah Putih yang perlu mendapatkan contoh mengelola koperasi sesuai kebutuhan anggotanya dengan baik,” katanya.

Dari sisi kinerja keuangan, Kosudgama mencatatkan pertumbuhan omzet sebesar 13,5 persen pada 2025. Laporan audit yang disampaikan Dr. Moh. Mahsun menunjukkan peningkatan pendapatan dari Rp17,5 miliar pada 2024 menjadi Rp19,9 miliar pada 2025.

Selain itu, total aset juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp293 miliar menjadi Rp312 miliar. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh penyaluran pembiayaan kepada anggota, yang mencerminkan semakin besarnya peran koperasi dalam mendukung kebutuhan ekonomi anggotanya.

Mahsun juga mencatat adanya strategi pengelolaan aset yang lebih produktif, termasuk pengalihan dari deposito ke pembiayaan anggota yang berdampak pada peningkatan piutang.

“Setelah memeriksa, mengklarifikasi, melakukan validasi, kami mengatakan bahwa laporan keuangan Kosudgama tahun buku 2025 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....