Kanwil Kemenag DIY Raih Penghargaan UPZ Terbaik

  • 04 Mar 2026 13:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sepanjang tahun 2025, BAZNAS DIY meraih tujuh penghargaan tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas tata kelola yang akuntabel dan inovatif.Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY Puji Astuti, dalam ajang Keteladanan Pemimpin dalam Berzakat di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa, 3 Maret 2026. Dengan tema “Zakat Menguatkan Indonesia” yang dihadiri Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, jajaran Forkopimda DIY, Ketua MUI DIY, serta para pimpinan instansi vertikal dan lembaga keagamaan di DIY.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej penghargaan ini menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak optimalisasi zakat di lingkungan ASN Kementerian Agama. “Selain itu juga mendukung terwujudnya kesejahteraan umat melalui tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ucapnya seusai menerima penghargaan.

Sementara itu dalam arahannya, Gubernur DIY menegaskan bahwa zakat merupakan sistem distribusi sosial terbaik yang dimiliki umat karena zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi instrumen strategis yang membuka ruang bagi kinerja produktif dan pemberdayaan masyarakat. “Di tengah dinamika global dan ketidakpastian ekonomi, zakat harus hadir sebagai kekuatan bersama. Pengelolaannya perlu direposisi, dari sekadar dimensi ritual menuju muamalah sosial yang lebih fleksibel, profesional, dan berdampak,” ujar Sri Sultan.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat harus berlandaskan prinsip profesionalisme dan good governance, dikelola secara modern, transparan, serta akuntabel. Zakat, lanjutnya, adalah laku peradaban yang menumbuhkan kasih dan memperkuat solidaritas sosial. “Harta bukan untuk ditimbun, tetapi harus dirasakan manfaatnya. Keteladanan pemimpin dalam menunaikan zakat bukan simbol semata, melainkan wujud tanggung jawab moral. Dari zakat akan lahir kepercayaan, partisipasi, dan kesejahteraan,” ucapnya.

Ketua BAZNAS DIY Puji Astuti juga menyampaikan bahwa penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) tahun 2025 mencapai Rp12,5 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui lima program strategis yang menyasar delapan golongan (asnaf). BAZNAS DIY juga mencatatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut serta memperoleh penilaian transparansi sangat baik dari Kementerian Agama RI. Selain itu, pada 2025 BAZNAS DIY menyalurkan donasi bencana untuk Aceh dan Sumatera Utara sebesar Rp1,4 miliar.

Ditambahkan Puji Astuti bahwa pengelolaan ZIS di DIY dilaksanakan dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Ia juga meluruskan bahwa pemberitaan mengenai penyaluran zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak benar. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS DIY juga meraih tujuh penghargaan tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas tata kelola yang akuntabel dan inovatif.

Sementara dalam tausiyahnya, KH Ujang Sihabuddin menyampaikan lima hikmah zakat. Pertama, zakat menyempurnakan keimanan seseorang. Kedua, zakat mensucikan dan menumbuhkan harta sebagaimana termaktub dalam QS. At-Taubah ayat 103. Ketiga, zakat menjadi sebab ampunan dosa. Keempat, zakat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan kelima, zakat mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. (Ajeng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....