Bawaslu DIY Perkuat Pengawasan Siber dan Publik
- 27 Feb 2026 20:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (BAWASLU DIY) menggelar sharing session bersama mahasiswa magang dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Multi Media Training Centre (MMTC), Kamis (26/2/2026), di Ruang Rapat Abhipraya. Forum ini menjadi ruang pertukaran ilmu antara mahasiswa dan jajaran staf, sekaligus langkah awal penguatan kapasitas kelembagaan dalam bidang pengawasan siber dan komunikasi publik.
Kepala Sekretariat Bawaslu DIY Screning Yosmar Dano, mengapresiasi materi yang disiapkan mahasiswa serta tim fasilitasi. Ia berharap forum serupa dapat digelar dalam skala lebih besar agar manfaatnya dirasakan seluruh jajaran, termasuk di tingkat Kabupaten/Kota. “Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini. Ke depan, kegiatan serupa bisa diperluas agar penguatan kapasitas merata di semua lini,” ujarnya.
Mahasiswa UTY memaparkan materi bertajuk “Ruang Siber sebagai Arena Politik Pemilu: Tantangan Disinformasi dan Rekomendasi Strategi Diplomasi Siber di Bawaslu DIY.” Paparan tersebut menyoroti tingginya penetrasi internet di DIY yang berbanding lurus dengan meningkatnya penyebaran hoaks politik, terutama di kalangan pemilih pemula. Data Mafindo 2024 mencatat 1.292 hoaks politik sepanjang 2023, meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Ancaman pemilu kini tak lagi sebatas pelanggaran konvensional, tetapi juga serangan narasi di media sosial. Dengan dominasi pengguna media sosial aktif mencapai 55–60 persen, ruang digital menjadi arena pembentukan opini publik yang strategis sekaligus rawan,” papar salah satu mahasiswa UTY. Ia menambahkan, pengawasan siber perlu diposisikan sebagai prioritas strategis dalam menghadapi kontestasi demokrasi mendatang.
Sebagai rekomendasi, mahasiswa mengusulkan penguatan satuan tugas pengawasan digital lintas lembaga, literasi digital berbasis komunitas, pengembangan early warning system berbasis analisis sentimen, hingga kemitraan formal dengan platform digital. Menanggapi hal tersebut, jajaran Bawaslu DIY mengakui tantangan pengawasan siber, termasuk keterbatasan kewenangan dan akses takedown akun anonim penyebar hoaks. Materi ini rencananya akan diperdalam dengan melibatkan Bawaslu kabupaten/kota serta dibentuk tim pendamping untuk mengarah pada publikasi research paper.
Sementara itu, mahasiswa MMTC membagikan materi tentang pengembangan podcast sebagai media komunikasi publik. Mulai dari perumusan konsep, penentuan narasumber, penyusunan naskah, perancangan artistik, hingga teknis produksi dan publikasi di platform digital seperti Spotify. Podcast dinilai efektif sebagai sarana “melawan hoaks dengan berita baik”, terutama mengingat pemilih 2029 diprediksi didominasi generasi yang memiliki ketertarikan tinggi pada media digital.
Screning menegaskan, Bawaslu DIY akan membentuk tim simulasi podcast lintas bagian sebagai tindak lanjut gagasan tersebut. “Setiap divisi akan menyiapkan narasumber dan host, serta dilakukan pelatihan teknis penggunaan peralatan dan pengaturan produksi. Ini bagian dari komitmen kami beradaptasi dengan ekosistem digital,” ucapnya. Sebagai bentuk apresiasi, Bawaslu DIY juga akan mengirimkan surat resmi kepada perguruan tinggi terkait capaian dan kontribusi mahasiswa selama masa magang. Melalui kolaborasi ini, Bawaslu DIY menegaskan komitmennya untuk adaptif terhadap tantangan demokrasi digital sekaligus membuka ruang inovasi bersama generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....