Fakultas Farmasi UGM Canangkan Zona Integritas dan Bebas Korupsi
- 26 Feb 2026 14:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola yang bersih, melayani, dan berdaya saing melalui pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di Auditorium Advance Pharmaceutical Sciences Learning Center (APSLC) Fakultas Farmasi UGM.
Dekan Fakultas Farmasi UGM Satibi menyampaikan bahwa seluruh pimpinan dan sivitas akademika bersepakat memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui penandatanganan maklumat zona integritas.
“Kami siap menyelenggarakan pelayanan publik yang profesional, jujur dan efektif. Dengan jujur tinggi nilai-nilai integritas, etika dan pengabdian. Kami bertekad membangun lingkungan yang bebas dari korupsi serta mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani,” ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Rektor UGM, Ova Emilia, yang menilai pencanangan zona integritas sejalan dengan arah kebijakan universitas dalam menciptakan organisasi yang adaptif, lincah, akuntabel, dan transparan. Menurutnya, tantangan masa depan tidak bisa dihadapi hanya dengan pendekatan lama.
“Good governence saja tidak bisa berdiri sendiri untuk menjawab tantangan-tantangan itu,” katanya.
Rektor berharap, pencanangan ini tidak berhenti pada simbol atau jargon semata, melainkan diwujudkan dalam praktik nyata yang konsisten.
“Kami sangat mengapresiasi dan semoga ini merupakan bukan hanya sekedar jargon tetapi komitmen dan tanggung jawab ke depan. Saya menyambut pencanangan dan mengapresiasi penuhi pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani,” ucapnya.
Sementara itu, Satibi menambahkan bahwa budaya integritas akan diinternalisasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari penerapan senyum, sapa, dan salam, kedisiplinan kehadiran, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pemanfaatan sistem digital untuk memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Komitmen ini juga tercermin dalam pengelolaan lingkungan, kepastian jam layanan, dan pelayanan publik yang profesional, dan beretika,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....