Memahami Teori Segitiga Api untuk Keselamatan

  • 16 Feb 2026 11:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Sebanyak 70 persen korban kebakaran meninggal dunia bukan karena terbakar api. Namun, karena menghirup asap beracun.

Demikian disampaikan Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM Nunu Lutfi. “Kasus kebakaran kantor Terra Drone itu dimulai dari lantai 1 kemudian membesar dan menghasilkan asap tebal hingga lantai atas. Akibatnya banyak korban meninggal akibat menghirup asap beracun,” katanya.

Menurutnya, api tidak muncul tiba-tiba, tetapi ada tiga unsur yang bertemu yang disebut sebagai teori Segitiga Api. Ketiganya yaitu oksigen, fuel, dan heat. Sehingga, api baru akan padam jika salah satu unsur segitiga ini dihilangkan.

“Dalam konteks pemadaman kebakaran, terdapat tiga metode utama yang dapat dilakukan, yaitu starvation dengan menghilangkan atau memutus bahan bakar, smothering dengan mengisolasi oksigen agar api kekurangan udara, dan cooling yaitu dengan menurunkan suhu menggunakan media pendingin seperti air,” katanya.

Ia menyampaikan hal ini dalam pelatihan pemadam kebakaran yang digelar Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Jumat, 6 Februari 2026 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengurangi dampak bahaya ketika terjadi kebakaran.

Nunu Lutfi menegaskan agar seluruh civitas tidak mengandalkan orang lain untuk membantu saat terjadi kebakaran. Ketika kebakaran terjadi, akan terus merembet dalam hitungan menit bahkan detik.

“Nah, untuk itu kita perlu tahu ilmunya sekaligus peralatan pemadam kebakaran karena itu terjadi dalam hitungan menit,” katanya.

Menurut Lutfi api sekecil apa pun tetap harus dipantau. Karena, meskipun oksigennya habis tetapi material di dalamnya masih ada. Sehingga tetap membahayakan keselamatan.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fapet UGM Ir. Andriyani Astuti, mengingatkan pentingnya antisipasi dan pengetahuan setiap civitas Fapet UGM untuk memadamkan kebakaran.

“Dengan kegiatan pelatihan ini secara teori dan praktik kita akan tahu bagaimana mengantisipasi dan menangani bencana salah satunya kebakaran,” katanya.

Usai pemaparan teori kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu oleh tim Kedaruratan K5L UGM. Para civitas ini mencoba untuk melakukan langsung pemadaman api dengan alat pemadam kebakaran yang tersedia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....