Meski Surplus, Pemkab Sleman Tetap Antisipasi Ketersediaan Pangan
- 14 Feb 2026 07:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan secara keseluruhan Kabupaten Sleman mengalami tren penurunan harga atau deflasi selama Januari 2026. Dia mencatat sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami penurunan. Diantaranya adalah komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Di sisi lain, sejumlah bahan pokok lainnya juga diprediksi akan mengalami peningkatan harga seiring tingginya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Seperti daging ayam ras dan daging sapi.
“Kondisi ini perlu diantisipasi melalui penguatan pengendalian pasokan, kelancaran distribusi antardaerah, serta stabilisasi harga melalui langkah-langkah konkret TPID (tim pengendali inflasi daerah),” ujar Danang pada gelaran high level meeting TPID DIY di Hotel Ambarrukmo, Jumat, 13 Februari 2026.
Danang menambahkan, berdasarkan neraca pangan menjelang Idulfitri tahun 2025 dan 2026, ketersediaan pangan strategis di Kabupaten Sleman secara umum berada dalam kondisi surplus. Komoditas utama seperti beras, cabai, gula pasir, daging ayam ras, dan telur ayam ras mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada tahun 2026, surplus pangan diperkirakan meningkat, terutama pada komoditas cabai dan protein hewani.
“Namun demikian, potensi tekanan harga tetap perlu diantisipasi akibat meningkatnya permintaan dan faktor distribusi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” ucap Danang.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X mengingatkan tantangan saat ini tidak sekadar untuk mempertahankan angka dalam koridor sasaran, melainkan menjaga ketenangan sosial dan kepastian ekonomi. Dia mengajak kepala daerah untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri dengan pendekatan yang tidak reaktif.
“Pendekatan itu harus antisipatif, presisi, dan terkoordinasi,” katanya.
Pada kesempatan itu sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim TPID dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menjaga keseimbangan dinamika harga di DIY, sehingga berhasil meraih Juara 2 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa–Bali pada ajang bergengsi TPID Award 2025.
“Prestasi itu diharapkan sebagai daya dorong agar koordinasi yang rapi dan langkah yang terukur senantiasa berlanjut, terutama dalam menghadapi dinamika Ramadan dan Idulfitri,” ujar Sri Sultan HB X.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....