UMKM Budaya Kreatif dan Pariwisata Dorong Ekonomi Berkelanjutan

  • 26 Jan 2026 22:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Talkshow Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bertajuk “UMKM Budaya & Kreatif: Menjaga Tradisi, Menggerakkan Ekonomi” merupakan pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis budaya dalam memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama.

Yetti menyampaikan bahwa UMKM berbasis budaya merupakan sektor strategis karena memadukan nilai ekonomi dengan nilai sosial dan budaya. Produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai jual, tetapi juga merepresentasikan jati diri daerah melalui warisan cipta, rasa, karsa, dan karya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. “UMKM budaya adalah kekuatan ekonomi sekaligus penjaga identitas lokal,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan UMKM budaya dapat dilakukan dengan memanfaatkan objek kebudayaan sebagai produk kreatif bernilai jual. Tradisi dan kearifan lokal yang dikemas secara inovatif akan menciptakan keunikan produk yang sulit ditiru, sekaligus menjaga agar budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing UMKM di pasar.

Strategi branding dan storytelling berbasis budaya juga menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM. Melalui storytelling, pelaku usaha dapat menyampaikan kisah di balik produk, mulai dari asal-usul budaya hingga proses kreatif pembuatannya. “Cerita budaya memberi makna lebih pada produk dan membangun kedekatan emosional dengan konsumen,” ucapnya.

Selain aspek budaya, digitalisasi menjadi kebutuhan utama bagi UMKM di era global. Pemanfaatan digital marketing melalui media sosial dan e-commerce memungkinkan produk menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi juga meningkatkan efisiensi usaha melalui aplikasi bisnis serta mempermudah transaksi dengan sistem pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Yetti menambahkan bahwa digitalisasi berperan penting dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan pasar. Dengan adaptasi teknologi, UMKM berbasis budaya diharapkan mampu bertahan sekaligus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai tradisional yang melekat pada produknya.

Contoh keberhasilan UMKM berbasis budaya ditunjukkan oleh Cokelat nDalem yang memadukan cita rasa lokal dengan cerita budaya Jawa. Produk tersebut tidak hanya menawarkan cokelat, tetapi juga pengalaman budaya serta nilai pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi perempuan dan petani kakao di tingkat lokal.

Dalam mendukung penguatan UMKM budaya, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menjalankan peran strategis melalui kebijakan dan program yang terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat identitas budaya kota, meningkatkan pendapatan UMKM, serta menggerakkan sektor pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Sementara itu, talkshow bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata Akademi Pariwisata Indonesia (API) bertema “Pariwisata & Budaya: Mengembangkan Destinasi Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal” ini, menyoroti pentingnya sinergi antara pariwisata dan budaya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Yogyakarta Ariyanto, S.E., M.M., menekankan bahwa pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sebagai penutup, kedua talkshow tersebut menyimpulkan bahwa penguatan UMKM budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor, kebijakan yang konsisten, serta partisipasi aktif masyarakat. Keberlanjutan ekonomi berbasis budaya bukanlah hasil instan, melainkan proses panjang yang harus dijalankan secara bersama demi masa depan daerah yang berdaya saing dan berkarakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....