Inovasi Pangan Lokal Kulon Progo, Beras Analog Singkong Dukung Gaya Hidup Sehat

  • 01 Okt 2026 17:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta— Kreativitas dan inovasi terus tumbuh dari tangan-tangan terampil para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Keluarga Sakinah di Padukuhan Panto Kulon, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo sebuah produk pangan inovatif berhasil dikembangkan: Beras Analog Banjaroyo (Bravo). Berbahan dasar singkong lokal, produk ini tidak hanya menjadi solusi alternatif pengganti beras padi, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan bagi masyarakat luas Rabu 30 September 2026.

Inovasi beras analog "Bravo" bermula dari serangkaian pelatihan dan pendampingan yang dimulai pada akhir tahun 2024. Berkat kegigihan anggota KWT Keluarga Sakinah di bawah kepemimpinan Sri Lestari, program pelatihan tersebut berlanjut menjadi kegiatan produksi yang konsisten sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Pembuatan beras analog "Bravo" melalui proses pengolahan yang higienis dan terstruktur dari bahan baku singkong pilihan.(Foto:RRI/Titik)

Dalam pengembangan usahanya, KWT Keluarga Sakinah mendapatkan pembinaan dan pendampingan intensif dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) / CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Rewulu. Pendampingan ini membantu kelompok dalam mengoptimalkan kualitas produk serta memfasilitasi proses produksi secara higienis dan terstandar.

Pembuatan beras analog "Bravo" melalui proses pengolahan yang higienis dan terstruktur dari bahan baku singkong pilihan. Singkong yang digunakan merupakan varietas lokal berkualitas, yakni Singkong Mentega yang berciri khas warna kekuningan dan Singkong Klenteng yang berwarna putih.

Adapun tahapan proses pembuatannya meliputi:

  1. Pengolahan Singkong: Singkong segar dikupas bersih, dicuci, diparut, kemudian dipres untuk mengurangi kadar air.

  2. Pencampuran Formula: Ampas hasil presan singkong dicampur dengan pati serta formulasi khusus yang terdiri dari tepung gaplek, tepung kacang hijau, tepung jagung, dan tepung maizena.

  3. Pengukusan (Pemasakan): Beras analog dicuci satu kali, lalu dikukus (disoblok) menggunakan wadah kecil beralaskan angsang selama kurang lebih 10 hingga 15 menit Jika diperlukan, produk dapat disiram air hangat saat proses penyesuaian tekstur.

Dari segi penyajian, beras analog ini memiliki bentuk fisik yang menyerupai beras pada umumnya Cara menikmatinya pun sangat fleksibel; dapat disajikan layaknya nasi biasa berdampingan dengan sayur lodeh, atau diolah kembali menjadi menu lezat seperti nasi goreng .

Alat Pengolahan Beras Analog Bravo. (Foto:RRI/Titik)

Selain berfungsi sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras padi, beras analog "Bravo" memiliki keunggulan fungsional bagi kesehatan Produk ini dirancang sebagai pangan fungsional yang dapat membantu mendukung pengobatan herbal, khususnya bagi penderita diabetes dalam mengontrol kadar gula darah. Dari aspek ketahanan, produk ini telah melalui uji coba penyimpanan kemasan selama tiga bulan dan terbukti awet serta aman dikonsumsi.

Saat ini, pemasaran beras analog "Bravo" menjangkau pasar-pasar di lingkungan sekitar serta melalui sistem pesanan langsung antarkerabat dan rekan kerja. Guna memperluas jangkauan pasar, KWT Keluarga Sakinah saat ini tengah memproses perizinan legalitas usaha. Dengan kelengkapan izin edar di masa mendatang, produk unggulan asal Banjaroyo ini diharapkan mampu merambah pasar yang lebih luas, baik secara online maupun melalui ritel modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....