Gerai KDMP Bantul Mulai Diverifikasi, Kelayakan Sarpras Jadi Perhatian

  • 01 Okt 2026 08:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bantul mulai melakukan pemeriksaan terhadap gerai yang sudah terbangun. Langkah tersebut demi memastikan kesesuaian fisik bangunan dan berbagai fasilitas pendukung sebelum resmi beroperasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha menyatakan, saat ini sudah ada 30 gerai KDMP yang sudah berdiri maupun masih dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 titik telah direkomendasikan untuk proses verval.

“Pekan kemarin kami ada rekomendasi untuk memverifikasi 16 gerai. Sampai saat ini sudah ada delapan gerai yang sudah kami verifikasi,” ucapnya, Rabu, 30 September 2026.

Secara rinci Prapta menjelaskan, proses tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bantul. Diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, aspek penilaian yang dilakukan meliputi kelayakan, keamanan, serta kapabilitas dalam mendukung operasional koperasi.

“Timnya terdiri sejumlah OPD sesuai bidangnya masing-masing. Kalau bangunan tentu urusannya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), terkait sarana angkutan ada di Dinas Perhubungan (Dishub), lalu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memeriksa sarana Wifi, serta urusan lahan ada Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru),” katanya.

Selanjutnya, hasil verifikasi akan menjadi salah satu bahan bagi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam melakukan reviu terhadap progres pembangunan KDMP. Hasil verval akan memberikan gambaran mengenai kondisi masing-masing gerai, sehingga dapat dinilai layak digunakan atau masih terdapat catatan yang perlu diperbaiki.

“Kesimpulannya tentu bangunan itu layak ataupun layak dengan catatan. Itu nanti menjadi bahan dari BPKP untuk reviu perkembangan pembangunan KDMP,” ujarnya.

Prapta menambahkan, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung juga menjadi bahan pemeriksaan. Seluruhnya akan diperiksa untuk memastikan kesiapan gerai sebelum nantinya diserahkan dan beroperasi secara optimal.

“Termasuk kendaraan roda tiga, roda empat, Wifi, rak barang, meja, tas belanja, lalu sarana penunjang lain seperti seragam dari para petugasnya. Memang banyak variabelnya,” ucapnya menambahkan.

Terkait operasional koperasi, lanjut Prapta, Pemkab Bantul mengacu pada pedoman pengelolaan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres). Sejumlah koperasi bahkan telah mulai menjalankan aktivitas, meski skalanya masih terbatas.

"Kalau gerai sudah diserahkan, tentu pengurus koperasi sudah siap untuk operasional secara optimal. Walaupun sekarang sudah ada yang operasional, tetapi masih belum terlalu besar. Hanya sesuai dengan potensi lokal mereka,” ujar Prapta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....