Desa Binaan Imigrasi Dorong Ketahanan Pangan Melalui Pertanian Jagung

  • 29 Sep 2026 18:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Program Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul tidak hanya berfokus pada edukasi keimigrasian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

Salah satunya dilakukan melalui pengembangan lahan pertanian jagung seluas 2,5 hektare di Kapanewon Semin. Panen raya jagung dilaksanakan Selasa, 29 September 2026. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengatakan, Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul mencakup Kalurahan Semin, Bendung, Kemejing, Kalitekuk, dan Bulurejo.

“Dari lahan seluas 2,5 hektare tersebut, produktivitas jagung diperkirakan mencapai sekitar 6,9 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi diproyeksikan mencapai sekitar 17,25 ton,” ujarnya.

Menurut Hendarsam, pengembangan pertanian menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program Desa Binaan Imigrasi. Program tersebut diharapkan tidak hanya berkaitan dengan tugas dan fungsi keimigrasian, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.

“Melalui penguatan sektor pertanian, masyarakat didorong mengoptimalkan potensi desa secara mandiri. Lahan pertanian tidak sekadar menjadi tempat produksi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, peran keimigrasian saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan paspor, visa, dan dokumen keimigrasian lainnya. Pemerintah juga berupaya mengambil bagian dalam penguatan perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan.

Hendarsam mengatakan, pengembangan pertanian di Desa Binaan Imigrasi diharapkan dapat memperkuat kelompok tani, meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Masyarakat diberdayakan, petani diperkuat, pemerintah hadir, dan berbagai lembaga mengambil peran sesuai tanggung jawabnya. Jangan berhenti pada panen. Jadikan panen hari ini sebagai awal untuk kegiatan yang semakin produktif dan berkelanjutan,” ucap dia.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menegaskan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan pemerintah dan tidak cukup hanya dengan petani. Tetapi harus menjadi kerja bersama,” katanya.

Wibawanti mengapresiasi langkah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang mengembangkan Desa Binaan Imigrasi dengan cakupan kegiatan yang lebih luas.

Selain edukasi mengenai migrasi aman dan perlindungan masyarakat dari tindak pidana perdagangan orang, program tersebut juga mencakup kegiatan sosial, layanan kesehatan, edukasi keimigrasian bagi generasi muda, hingga pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

Menurutnya, keberlanjutan menjadi hal penting setelah panen raya. Lahan yang telah dikembangkan harus tetap produktif, kelompok tani diperkuat, serta pendampingan dan akses pasar terus ditingkatkan.

“Setelah panen, kita harus bicara tentang keberlanjutan. Bagaimana lahan tetap produktif, kelompok tani semakin kuat, pendampingan terus dilakukan, dan hasil pertanian memiliki akses pasar,” ujar Wibawanti.

Wibawanti menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan maupun hasil panen. Hal yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Pemkab Gunungkidul, lanjutnya, siap mendukung sinergi antara pemerintah daerah, Kantor Imigrasi, pemerintah kapanewon dan kalurahan, kelompok tani, TNI-Polri, dunia pendidikan, serta masyarakat.

Ia berharap Kapanewon Semin dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat. “Hari ini kita memanen jagung. Tetapi yang lebih penting, kita sedang menanam kemandirian, gotong royong, dan harapan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyerahkan bantuan sosial berupa 200 paket sembako kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....