Tingkatkan Produktivitas, Gapoktan di Bantul Terima Bantual Alsintan

  • 09 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Sejumlah perwakilan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Bantul menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada Senin, 8 Juni sore. Bantuan berupa 10 unit mesin perontok padi, satu unit transplanter padi, serta beberapa alat semprot elektrik, dan mesin pencacah tembakau ini dibagikan di Aula Pari Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo dalam laporannya menyatakan, bantuan ini merupakan hibah dari Kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN. Tujuannya tidak lain adalah memudahkan para petani sehingga hasil panen bisa semakin meningkat.

“Kita mempunyai 864 kelompok tani yang tersebar di 75 Gapoktan. Dan masing-masing ini telah menerima bantuan alsintan. Bantuan ini sifatnya hibah dari Kementan yang diberikan kepada Gapoktan,” ucapnya.

Joko menambahkan, alsintan yang diserahkan wajib dipelihara dengan baik serta tidak boleh dijual. Apabila terdapat kerusakan pada alat tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing Gapoktan.

“Tidak boleh dijual atau dipihakketigakan. Setiap bulan harus ada laporan dari penggunaan alat-alat itu seperti kondisinya, maupun hasil dari pemanfaatannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa bantuan ini juga menjadi upaya dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi faktor krusial dalam keberlangsungan negara.

“Negara yang digdaya di masa depan adalah negara yang memiliki ketahanan pangan, energi, dan air. Tiga komoditas ini harus dikuasai. Jika suatu negara tidak punya ketiga ini, bisa dipastikan akan kolaps,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, Bupati menyebut jika ketahanan pangan sudah semakin menguat. Bahkan, surplus panen padi yang dihasilkan telah dikirim ke luar negeri.

“Bahkan beberapa waktu yang lalu negara bisa membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Karena kita surplus beras, negara membeli beras di Bulog, Bulog beli dari petani, dan disumbangkan ke Gaza,” ucapnya menambahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....