Realisasi MBG - Koperasi Desa Merah Putih di DIY hingga Akhir Mei 2026
- 04 Jul 2026 12:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah terus memperkuat implementasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Hal tersebut merupakan wujud optimalisasi pelaksanaan APBN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) mencatat implementasi PSN di DIY antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Revitalisasi Sekolah serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga akhir Mei 2026, implementasi MBG terus diperluas untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan pemasok daerah, di sisi lain pembentukan Koperasi Desa Merah Putih terus didorong sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.
Program MBG hingga akhir Mei 2026 telah menjangkau 888.963 penerima manfaat melalui 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif dengan dukungan 16.513 petugas dan 2.448 pemasok. Realisasi program mencapai Rp835,55 miliar dan menunjukkan perkembangan progresif di seluruh kabupaten/kota di DIY.
Sementara itu, program Koperasi Desa Merah Putih juga menunjukkan perkembangan positif dengan 438 koperasi telah memiliki akun Simkopdes. Program ini juga didukung Dana Keistimewaan DIY melalui inkubasi bisnis koperasi dan integrasi dalam platform SiBakul.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti mengatakan, pada sektor perumahan, program FLPP di DIY telah tersebar pada 21 perumahan di 4 kabupaten/kota dengan realisasi pembangunan 100 unit rumah senilai Rp11,85 miliar yang melibatkan 7 bank, 4 asosiasi, dan 19 pengembang.
"Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau," ucapnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu, 4 Juli 2026.
Di bidang pendidikan, program Sekolah Rakyat telah berjalan melalui operasional dua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) dengan total 275 siswa. Selain itu, DIY juga menjadi lokasi penyelenggaraan SMA Unggul Garuda melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Sleman yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate dan sistem boarding school semimiliter.
Pemerintah juga melaksanakan program revitalisasi sekolah di DIY sebagai upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 211 sekolah telah direvitalisasi dari target 215 sekolah.
Pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Hingga 31 Mei 2026, penyaluran KUR di DIY telah mencapai Rp2.229,52 miliar kepada 39.223 debitur. Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Sleman sebesar Rp703,73 miliar.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi mencapai Rp29,56 miliar kepada 5.547 debitur, dengan penyaluran terbesar berada di Kabupaten Bantul sebesar Rp10,06 miliar.
Sebagai informasi, hingga akhir Mei 2026, realisasi Belanja Negara di DIY mencapai Rp7.646,09 miliar atau 39,12 persen dari pagu Rp19.545,25 miliar. Sementara itu, Pendapatan Negara di DIY terealisasi Rp3.980,43 miliar atau 36,58 persen dari target Rp10.882,22 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja APBN di DIY tetap dalam koridor pengelolaan fiskal yang sehat dan dirancang untuk mendukung akselerasi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pemerintah terus memperkuat sinergi fiskal pusat dan daerah melalui optimalisasi pelaksanaan APBN, percepatan penyaluran belanja negara, peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan berbagai program prioritas nasional sehingga manfaat APBN dapat semakin dirasakan oleh masyarakat dan mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan serta berdaya saing di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....