Anggota DPRD DIY Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Lendah Kulon Progo
- 20 Mei 2026 08:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Partai Solidaritas Indonesia, Raden Stevanus Christian Handoko meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan yang diharapkan dapat berjalan sesuai target.
Dalam kunjungan itu, Stevanus menyampaikan dukungannya terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu terobosan pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemerataan pendidikan, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program Sekolah Rakyat ini merupakan terobosan yang sangat baik untuk memutus rantai kemiskinan. Selain pemerataan pendidikan, program ini juga diarahkan untuk membangun karakter dan meningkatkan kualitas SDM generasi muda Indonesia,” katanya.
Sekolah Rakyat di Lendah, Kulon Progo sendiri dibangun di atas lahan Sultan Ground seluas sekitar 7 hektar. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pemulihan sosial sekaligus pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak terlantar dan keluarga miskin ekstrem di DIY.
Raden Stevanus menilai, dukungan Pemerintah Daerah DIY bersama Kraton Yogyakarta melalui pemanfaatan lahan Sultan Ground menjadi bentuk nyata keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Pemanfaatan lahan Sultan Ground seluas 7 hektar di Lendah ini adalah bukti nyata bagaimana eksistensi Keistimewaan DIY hadir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah. Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi membangun masa depan anak-anak kita,” ucapnya
Stevanus berharap, program tersebut benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan prasejahtera di DIY. Dijelaskannya, prioritas penerimaan peserta didik harus diberikan kepada anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2, anak rentan putus sekolah, hingga anak jalanan agar program tersebut benar-benar berdampak terhadap pengentasan kemiskinan.
“Harapan kami, target utama Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga prasejahtera, kelompok rentan, dan mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Ini penting agar program ini tepat sasaran dan mampu membantu pengentasan kemiskinan di DIY,” katanya.
Dr. Raden Stevanus menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar semata, tetapi juga harus menghadirkan pembinaan menyeluruh bagi anak-anak dari kelompok rentan. Sekolah Rakyat diharapkan bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak dari kelompok rentan agar mereka memiliki mental, karakter Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, dan masa depan yang lebih baik.
Stevanus juga mengapresiasi konsep boarding school yang diterapkan dalam Sekolah Rakyat. Sistem asrama dinilai mampu membantu peserta didik lebih fokus dalam belajar sekaligus mendapatkan pengawasan dan pembinaan secara intensif.
Selain itu, Dr. Raden Stevanus menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Menurutnya, dukungan fasilitas pendidikan yang memadai dan pemanfaatan teknologi akan membantu meningkatkan pemahaman serta kemampuan peserta didik agar mampu bersaing di masa depan.
“Dengan konsep boarding school dan fasilitas yang baik, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, kami berharap peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka secara optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Raden Stevanus juga berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Semoga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai rencana sehingga nantinya Sekolah Rakyat ini benar-benar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya, menjelaskan.
Diketahui, Sekolah Rakyat di Lendah, Kulon Progo, merupakan salah satu proyek pendidikan berbasis asrama yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan dan pembinaan sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan di DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....