Distributor Buah Hadapi Tantangan dalam Suplai MBG

  • 27 Feb 2026 19:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di balik meningkatnya permintaan buah untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG), distributor juga menghadapi sejumlah tantangan terutama terkait ketersediaan stok dan distribusi.

Hal tersebut dihadapai pemilik usaha Wayo Strawberry, Paulus Widhi Arya dan Yulia Angelina, sebagai salah satu distributor buah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Yulia mengungkapkan beberapa jenis buah bersifat musiman sehingga tidak selalu tersedia dalam jumlah besar ketika dibutuhkan dapur SPPG.

Ia menjelaskan, terdapat buah-buah tertentu yang menjadi favorit dan kerap dipesan dalam jumlah besar seperti apel, jeruk, pisang, semangka hingga strawberry. Namun, jika buah tersebut tidak sedang musim atau pasokannya terbatas, maka pesanan tidak selalu dapat dipenuhi

“Jika buah tersebut merupakan buah musiman yg pasokannya tidak sesuai musimnya bisa jadi tidak bisa terpenuhi,” ucapnya saat dikonfirmasi Jumat, 27 Februari 2026.

Kendala juga muncul ketika permintaan datang bersamaan dari beberapa dapur. Yulia mencontohkan jika terdapat lima dapur SPPG yang masing-masing memesan 3.000 buah pisang ambon Ambarawa, maka total kebutuhan bisa mencapai lebih dari 15.000 buah per hari.

“Kalau sudah lebih dari itu biasanya kami sudah batasi karena petani pun kewalahan dan adakala nya ketika semua permintaan masuk bersamaan dari dapur SPPG di kota lain juga dengan permintaan buah yang sama,” ucap Yulia.

Dari sisi distribusi, Yulia menjelaskan ketersediaan buah sangat dipengaruhi oleh musim, kapasitas pasokan, kondisi buah, hingga faktor cuaca. Menurutny buah yang didatangkan dari luar daerah juga harus bersaing dengan permintaan pedagang lain.

“Di Yogyakarta pun bukan hanya kami saja yang ambil tapi adakalanya rebutan dengan beberapa rekanan yang sama-sama membutuhkan komoditas buah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, risiko penyusutan selama proses pengiriman turut menjadi perhatian. Ia menilai dalam satu kali pengiriman, kerusakan buah bisa mencapai 10 persen atau bahkan lebih akibat kondisi perjalanan dari daerah asal hingga tiba di Yogyakarta.

Lebih lanjut, Yulia menyebut rata-rata setiap dapur SPPG yang disuplai menerima sekitar 2.000 hingga 3.000 buah per hari, dengan total 13 dapur yang rutin ia kirim. Ia menambahkan, penerima manfaat program tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga menyasar kelompok 3B seperti ibu hamil, ibu menyusui, posyandu lansia, balita, hingga kegiatan PAUD.

Rekomendasi Berita