Produk dan Merek Lokal Siap Bersaing Melalui KDMP
- 08 Feb 2026 18:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia membawa angin segar bagi pelaku UMKM dan pemilik merek lokal di daerah. Sebanyak 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah dibangun pemerintah, memprioritaskan produk-produk karya anak bangsa termasuk produk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Menkop RI, Ferry Juliantono dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) mengatakan, revolusi ekonomi tengah dibangun Presiden Prabowo, agar siklus perputaran uang di tingkat masyarakat mampu terbangun. Produk-produk masyarakat nantinya akan mengisi KDMP yang bulan April selesai terbangun 30.000 gudang, gerai dan kelengkapan pendukung.
Melalui upaya ini diharapkan tidak ada lagi yang menggantungkan kehidupannya dari bantuan. Masyarakat harus berdiri di kakinya sendiri (Berdikari) menghasilkan produk yang dijual di tingkat desa/kelurahan melalui koperasi.
"Itu artinya masyarakat hanya ditempatkan hanya sebagai objek ekonomi. Oleh Presiden dirubah sekarang menjadi subjek ekonomi," katanya, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu, 7 Februari 2026.
Ferry menyebutkan, nantinya produk yang dihasilkan masyarakat akan dikurasi termasuk dilakukan pendampingan inkubasi oleh Kemenkop. Termasuk dukungan produksi melalui pembiayaan Badan Layanan Umum LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir).
"Silakan produksi, kita akan kurasi sama-sama, kita akan dampingi inkubasinya dan kemudian syukur kalau kita bisa berkelompok dan membentuk koperasi. Kita akan bantu pembiayaannya supaya produknya itu nanti akan bisa keren, kontinu dan punya daya saing yang bagus," ucapnya.
Dengan memastikan semua produk dihasilkan dari masyarakat diharapkan desa/kelurahan semakin maju. Disamping itu lanjut Ferry, akses permodalan juga semakin mudah melalui KDMP dengan diberikan kredit Rp3 miliar
"Kreditnya itu tidak dikasih cash ke orang desa. Tapi dibikinkan bangunan fisiknya dilengkapi dengan rak-rak dan lain sebagainya, dilengkapi dengan barang dagangannya dan lain sebagainya plus dengan nanti ada kendaraannya," ujarnya.
Kementerian Koperasi juga sudah memberikan pelatihan kepada 8.000 orang yang direkrut untuk menjadi pengurus pengelola KDMP. Melalui pelatihan ini diharapkan KDMP mampu berkembang dan menjadi toko berjejaring modern yang dikelola dan diserap masyarakat secara langsung.
"Oleh karena itu kami berharap kalau bisa dalam waktu cepat kita akan kurasi produk-produk UKM di DIY dan merek-merek lokal di DIY jita kumpulin lagi, saya akan datang bersama dengan teman-teman di Kementerian Koperasi plus dengan LPDB, Lembaga Pengelola Dana Bergulir. Kita akan bikin pelaku-pelaku UMKM produk-produknya itu nanti bisa secara cepat kita persiapkan untuk mengisi barang-barang di koperasi-kooperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya, menjelaskan.
Ketua Umum BPD HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri mengatakan, pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI akan menyatukan arah dan persepsi sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Sekaligus menjadi rumah bagi pengusaha muda untuk tumbuh dan berkembang bersama.
Dalam Forbisda ini ada 55 tenant yang merupakan anggota HIPMI termasuk HIPMI dari sejumlah kampus di DIY. Acara ini sebagai wadah untuk member DIY berkarya, yang terdiri dari booth expo, job fair untuk seluruh masyarakat DIY.
"Ke depan HIPMI DIY harus semakin kolaboratif, adaptif dan solutif, bukan hanya bicara peluang, tetapi juga membuka akses untuk teman-teman di daerah untuk menaik kelas. Bukan hanya kumpulan pengusaha saja, tapi menjadi ekosistem yang saling menguatkan satu sama lainnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....