Enam Bulan Berdiri, KDMP Sinduadi Tunjukkan Tren Positif

  • 23 Jan 2026 12:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Sleman berhasil mencatatkan tren positif sejak dibentuk pada 25 Juni 2025. Ketua KDMP Sinduadi Kliwon Suherman menuturkan ada beberapa jenis usaha yang berjalan. Mulai dari unit simpan pinjam, gerai sembako, dan gerai pangkalan gas elpiji. Ada pula gerai apotek, gerai klinik, dan gerai jasa berupa fotokopi dan penjualan alat tulis.

Kliwon mengatakan, dari masing-masing unit usaha itu telah mencatatkan laba. Misalnya, pada unit simpan pinjam koperasi yang berhasil meraup laba hingga Rp 18 juta. Namun, Kliwon mengakui angka ini hanya tercapai 30 persen dari target yang seharusnya, yakni Rp51 juta. Ini lantaran keuntungan kembali diputar sebagai modal untuk membangun KDMP. Lalu, pada jenis usaha penjualan pupuk, gas elpiji, dan sembako berhasil mencatatkan laba hingga Rp14 juta.

“Jadi kalau ditotal sekitar Rp32 juta,” ujar Kliwon saat diwawancarai di KDMP Sinduadi, Jumat, 23 Januari 2026.

Sejak berdiri enam bulan lalu, Kliwon menyebut warga Kalurahan Sinduadi telah merasakan dampak positif. Masyarakat dipersilahkan untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga eceran tertinggi.

“Karena ada subsidi yang diberikan pemerintah melalui KDMP. Jadi, dari KDMP sudah ada subsidi itu, dari masyarakat yang mau ambil gas subsidi itu wajib menjadi anggota. Lalu, untuk pupuk juga seperti itu. Jadi kami menyalurkan subsidi itu sesuai dengan harga eceran tertinggi,” katanya.

Sementara, Lurah Sinduadi Senen Haryanto mengatakan KDMP ini merupakan pengembangan dari koperasi simpan pinjam yang sudah ada sebelumnya. Anggota nya merupakan warga miskin di wilayah Kalurahan Sinduadi yang jumlahnya mencapai 900 anggota. Lalu, seiring dibentuknya KDMP, jumlah anggota terus bertambah dari hari ke hari.

Hingga saat ini tercatat ada 1.400 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, bukan hanya warga miskin saja. Senen mengatakan, iuran masing-masing anggota sebesar Rp110.000 untuk simpanan wajib dan Rp100.000 untuk simpanan pokok.

“Harapan kami koperasi ini kalau memang pemerintah juga bersungguh-sungguh ya segeralah diberi support. Karena kita untuk kulakan ini kami mengumpulkan uang receh dari para pengurus. Terus terang, nggih sehingga bisa terwujud koperasi ini,” ucap Senen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....