Pemerintah Bantul Ubah Sampah Menjadi Produk Berguna
- 24 Okt 2025 12:00 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Persoalan sampah di wilayah Yogyakarta memang masih menjadi pokok fokus pemerintah. Pasca penutupan TPA Piyungan, Pemerintah mulai mencari alternatif bagaimana sampah yang awalnya menjadi masalah bisa diubah menjadi hal yang bermanfaat.
Hal itu seperti yang dituturkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, saat Dialog Jogja Pagi bersama RRI. Kepada RRI ia berkisah terkait kunjungan Sri Sultan ke Intermediate Treatment Facility (ITF) Bauran sebagai salah satu tempat pengolahan sampah di Bantul.
ITF Bauran dikelola oleh perusahaan swasta yang diberi kepercayaan oleh pemerintah Bantul untuk mengelola sampah di sekitarnya. Sebelum mendapat kepercayaan mengelola sampah, Aneka Darma sendiri awalnya hanya sebuah perusahaan yang menjual alat tulis kantor (ATK) dan percetakan.
“Di mana di ITF Karbonasi Bauran ini memang sampah di wilayah kemudian diolah dengan metode insulasi atau Iya. menggunakan mesin namanya insulator. Iya. Sehingga otomatis melalui sistem insulasi ini metodenya adalah pembakaran. Ini dengan pembakaran suhu yang sangat tinggi di atas derajat,” ujar Bambang Purwadi.
Dengan metode demikian diharapkan zat beracun dari sisa pengolahan tidak menjadi pencemar dari udara di lingkungan sekitar. Dengan kapasitas 50 Ton per hari, ITF Bauran telah berlangsung sejak bulan April tahun lalu hingga kini.
Dalam sesi tersebut dijelaskan untuk sementara ITF Bauran memiliki MoU khusus dengan pemerintah Kota Yogyakarta untuk turut mengelola limpahan sampah dari kota. Namun, mengingat situasi di lapangan yang memang belum sempurna terdapat target maksimal dari sampah yang harus dikelola ITF Bauran.
“Memang dalam sistem pengolahan sampah itu enggak bisa langsung dibangun, dionceng, terus 100% persen. Sehingga ya dengan kondisi seperti itu, Ngarso Dalem memberikan arahan juga kepada kami di lapangan ya. Di antaranya memang satu dengan problemnya itu kan masyarakat belum bisa nyilah sampah. Semuanya belum bisa, belum bisa ya. Sehingga sampah kita itu masih Tanpa sampah. Tanpa sampah ya campur,” kata Bambang.
Melalui program yang telah berjalan di Bantul, Bambang berharap semangat untuk memilah sampah untuk terus digaungkan. Selain itu dukungan mengenai fasilitas dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga harus menjadi perhatian dari pihak-pihak terkait. (amar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....