Program Boga Sehat Pastikan 1.112 Lansia Bantul Beroleh Makanan Bergizi Tiap Hari
- 03 Agt 2026 17:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul memberi perhatian khusus bagi para lansia terlantar di Bumi Projotamansari. Melalui program bertajuk Boga Sehat, Dinsos Bantul memastikan pemenuhan kebutuhan pangan bagi 1.112 lansia pada tahun ini.
Kepala Dinsos Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan, khususnya lansia terlantar. Dengan anggaran hampir Rp8 miliar, setiap penerima manfaat memperoleh makanan siap santap sebanyak dua kali sehari.
“Selama 10 bulan, itu mereka mendapatkan makan dua kali sehari, siang dan sore hari. Untuk menunya ada nasi, sayur, dan protein seperti telur, daging, atau ikan,” ucapnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, penyediaan pangan bagi lansia terlantar merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, diharapkan kondisi kesehatan para lansia dapat terjaga sehingga tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari.
“Lansia terlantar memang harus mendapatkan ketersediaan pangan. Harapannya mereka menjadi lebih sehat, dan tentu akan lebih kuat dalam beraktivitas,” katanya.
Meski begitu, Krisna menilai tidak semua lansia mendapatkan bantuan tersebut. Kriteria penerima manfaat adalah mereka yang sudah tidak mampu bekerja, hidup sendiri, serta tidak memiliki keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pangannya.
“Jadi diberikan kepada mereka yang tidak bekerja, mengandalkan orang lain juga tidak bisa, tidak ada saudara, tinggal seorang diri, dan sebagainya. Intinya lansia yang tidak berdaya sama sekali atau terlantar,” ujarnya.
Krisna menambahkan, faktor keterbatasan anggaran membuat program Boga Sehat tidak bisa menjangkau seluruh lansia di Kabupaten Bantul. Prioritas penerima manfaat didasari oleh data yang diajukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan masing-masing.
“Memang yang diprioritaskan adalah yang paling membutuhkan, karena belum bisa terakomodir semua. Pasti biayanya juga sangat tinggi. Dan mekanismenya nanti dari TP PKK Kalurahan yang mengajukan ke kami,” ucapnya menambahkan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Krisna menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap kesehatan lansia. Ia mengaku menemui sejumlah penerima manfaat yang sebelumnya sering sakit, kini kondisinya berangsur membaik setelah rutin memperoleh makanan bergizi.
“Jadi makanannya itu diantarkan setiap hari oleh TP PKK atau siapa saja yang bisa dimintai bantuan. Alhamdulillah saya tengok kemarin di wilayah Srandakan, sekarang kondisinya lebih baik. Selama ini memang sering sakit itu karena kurang makan,” ujar Sukrisna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....