PMI Yogyakarta Siagakan Posko Kesehatan Mudik Lebaran

  • 16 Mar 2026 20:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta menyiapkan dua posko pelayanan kesehatan guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Kedua posko tersebut ditempatkan di Markas PMI Kota Yogyakarta serta di kawasan Terminal Giwangan yang menjadi salah satu titik pergerakan pemudik di Kota Yogyakarta.

Kepala Bagian Pelayanan Markas PMI Kota Yogyakarta Yuliko Pam Budi, mengatakan posko kesehatan tersebut akan beroperasi selama masa mudik hingga arus balik Lebaran dan dilakukan pada Senin, 16 Maret 2026. Posko didesain untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pemudik maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan medis selama perjalanan.

Menurut Yuliko, operasional posko akan dibagi dalam tiga shift setiap hari agar pelayanan dapat berlangsung tanpa henti. Pembagian jadwal kerja meliputi shift pagi, siang, dan malam sehingga pelayanan kesehatan dapat tersedia selama 24 jam penuh. “Dengan sistem tiga shift, kami memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan PMI Kota Yogyakarta menyiapkan sekitar 50 personel untuk bertugas di dua posko tersebut. Meski demikian, jumlah tersebut masih di bawah kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 154 personel.

Keterbatasan jumlah petugas ini disebabkan banyak relawan yang pulang ke kampung halaman saat momentum Lebaran. Namun PMI tetap berupaya memaksimalkan tenaga yang tersedia agar pelayanan tetap berjalan dengan baik. “Keterbatasan personel ini karena banyak relawan yang juga pulang kampung saat Lebaran. Meski begitu, kami tetap memaksimalkan 50 personel yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Relawan PMI Kota Yogyakarta mengikuti pengarahan di Markas PMI sebelum bertugas di posko kesehatan Lebaran. (Foto: Aga)

Personel yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur relawan PMI, mulai dari Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), hingga anggota Palang Merah Remaja (PMR). Khusus untuk PMR, keterlibatan mereka lebih difokuskan pada kegiatan di markas PMI dan tidak sepenuhnya diterjunkan langsung ke lapangan.

Selain membuka posko Lebaran, PMI Kota Yogyakarta juga akan terlibat dalam pengamanan sejumlah kegiatan masyarakat selama masa libur Hari Raya. Salah satunya adalah pengamanan tradisi budaya Grebeg Syawal di kawasan Keraton Yogyakarta, yang diperkirakan melibatkan sekitar 80 hingga 90 personel gabungan dari PMI, relawan kecamatan, pramuka, dinas kesehatan, serta puskesmas.

Yuliko menambahkan PMI mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Ia berharap para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan menikmati momen Lebaran bersama keluarga. “Yang terpenting tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, sehingga bisa sampai di tujuan dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....