Masa Angkutan Lebaran, KAI Layani 1,18 Juta Penumpang di Yogyakarta
- 31 Mar 2026 11:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sejak dimulainya Masa Angkutan Lebaran 2026 yang dimulai pada 11 Maret lalu hingga hari ke-21, Selasa, 31 Maret 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat telah melayani sebanyak 1.180.905 penumpang. Angka ini terdiri dari 577.820 orang penumpang yang naik atau berangkat dan 603.085 orang penumpang yang tiba atau yang turun di wilayah Daop 6.
Adapun puncak volume keberangkatan tertinggi di Daop 6 Yogyakarta pada periode Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada H+2 Lebaran yaitu Selasa, 24 Maret 2026 sebanyak 37.381 pelanggan diberangkatkan dari 16 stasiun naik turun penumpang di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
“Sedangkan puncak kedatangan atau penumpang tiba juga terjadi pada H+2 atau 24 Maret 2026 sebanyak 40.575 penumpang tiba,” kata Feni Novida Saragih selaku Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Selasa, 31 Maret.
Meski secara resmi Posko Angkutan Lebaran 2026 telah ditutup pada 30 Maret 2026, namun masa Angkutan Lebaran masih akan berlangsung hingga 1 April 2026 dan KAI Daop 6 Yogyakarta tetap melayani secara maksimal para pelanggan yang mudik ataupun balik belakangan sama halnya pada saat masa Posko Angkuta Lebaran 2026.
“Salah satunya, hingga 1 April 2026 nanti, KAI Daop 6 Yogyakarta tetap menyiagakan sebanyak 28 petugas Customer Service Mobile atau CSM yang tersebar di 5 stasiun antara lain Stasiun Yogyakarta, Solobalapan, Purwosari, Klaten, dan Lempuyangan,” ujarnya.
Petugas CSM sendiri bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada pelanggan kereta api. Tak hanya melayani pelanggan dengan memberikan informasi mengenai perjalanan KA atau hal yang berkaitan dengan layanan KAI.
“Para CSM juga membantu pelanggan dengan berbagai kebutuhan seperti mencetakkan boarding pass, memandu pelanggan untuk menunggu di peron sesuai KA, atau bahkan membantu masuk ke dalam rangkaian kereta saat persiapan keberangkatan KA. Kehadiran petugas CSM merupakan langkah KAI Daop 6 Yogyakarta untuk meningkatkan kepuasan pelanggan kereta api,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....