Dari Putri Indonesia Menjadi Kontraktor di Dunia Interior

  • 13 Mar 2026 13:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Intan Widhihastuti dikenal sebagai sosok perempuan yang berhasil menembus dunia jasa interior dan konstruksi yang kerap didominasi kaum pria. Pendiri Perseroan Terbatas (PT) Bangun Intan Berjaya atau BIB Interior ini memulai kiprahnya bukan dari latar belakang desain, melainkan dari disiplin ilmu ekonomi dan pengalaman kerja lintas bidang yang membentuk mental wirausahanya sejak dini.

Perempuan kelahiran Solo tersebut menempuh pendidikan akuntansi di Yogyakarta sebelum meniti karier sebagai pegawai perbankan. Di masa mudanya, Intan Widhihastuti juga sempat mengikuti ajang Putri Indonesia 2005 dan menjadi runner-up duta D.I. Yogyakarta.

Namun, dunia usaha sebenarnya sudah akrab dengannya sejak kecil. Ia sering membantu usaha sang ayah, terutama dalam hal pembukuan. Pengalaman tersebut secara tidak langsung membuatnya memahami alur usaha, termasuk mengenal berbagai material dan proses kerja di bidang konstruksi.

“Sejak kuliah saya sudah biasa mengerjakan pembukuan usaha bapak, jadi sedikit banyak paham material dan alur kerja,” ujarnya.

Pengalaman bekerja di perbankan kemudian membuka jejaring yang luas bagi Intan. Dalam pekerjaannya, ia kerap menjadi penghubung antara nasabah dan pelaku usaha konstruksi. Dari situ, ia mulai terjun sebagai pencari proyek secara mandiri.

Sempat menjalin kerja sama dengan rekan lama, perjalanan bisnis Intan tidak selalu berjalan mulus. Setelah menghadapi berbagai dinamika kerja sama, ia akhirnya memutuskan untuk berdiri sendiri dan mendirikan PT Bangun Intan Berjaya pada tahun 2013.

Dengan modal terbatas namun penuh keberanian, Intan membangun perusahaan tersebut dari hanya satu karyawan. Seiring waktu, usaha itu berkembang menjadi beberapa unit bisnis, di antaranya BIB Interior dan Gudang Wallpaper Jogja. Fokus utama perusahaan adalah menyediakan layanan jasa interior Jogja bagi klien ritel maupun institusi.

“Saya merasa passion saya justru ketemu di interior, karena di situ kreativitas dan logika bisnis bertemu,” katanya.

Perjalanan bisnis itu tidak selalu mudah. Intan mengakui pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari proyek yang bermasalah hingga tekanan berat ketika pandemi melanda. Namun, ia memilih bertahan dan menjadikan setiap kegagalan sebagai proses belajar.

“Kalau sudah terlanjur nyemplung, mau tidak mau harus jalan dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Kini, BIB Interior tercatat telah menangani berbagai proyek, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di berbagai daerah lain. Dalam menjalankan bisnisnya, Intan lebih memilih menjaga hubungan jangka panjang dengan klien dibanding sekadar mengejar banyaknya proyek.

Menurutnya, kepercayaan merupakan aset utama dalam bisnis jasa interior yang penuh detail dan ekspektasi tinggi.

Di akhir perbincangan, Intan menyampaikan pesan khusus bagi perempuan muda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian untuk terus mengembangkan diri.

“Perempuan harus punya value dan tidak menggantungkan masa depan sepenuhnya pada orang lain. Terus belajar, peka terhadap peluang, dan jangan mudah menyerah,” katanya.

Rekomendasi Berita