Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 40 Persen Pemesanan Wisata Jogja T

  • 11 Sep 2026 13:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gangguan penerbangan berdampak pada pariwisata Yogyakarta, terutama wisatawan asing yang transit di Cengkareng sebelum menuju Jogja.
  • Sekitar 30–40 persen pemesanan perjalanan mengalami perubahan, baik pembatalan maupun penjadwalan ulang
  • Pelaku pariwisata berupaya menjaga kenyamanan wisatawan melalui pembaruan informasi penerbangan dan kemudahan refund

RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan sejumlah wilayah dan turut memengaruhi perjalanan wisatawan menuju Yogyakarta. Abu vulkanik membuat perjalanan udara harus menyesuaikan kondisi keselamatan serta perubahan operasional bandara yang terdampak.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (DPP GIPI) DIY, Bobby Ardyanto, mengatakan terdapat sejumlah dampak pariwisata. Wisatawan asing dari Eropa dan Asia umumnya melakukan transit di Cengkareng sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.

"Wisatawan asing biasanya akan transit dulu di Cengkareng, baru melanjutkan perjalanan ke Jogja. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan yang sudah di bandara karena infonya juga tidak cukup jelas," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis, 10 September 2026.

Perubahan penerbangan tersebut membuat wisatawan harus menyesuaikan rute perjalanan dan bandara transit yang digunakan. Kondisi ini kemudian berdampak terhadap operasional berbagai sektor pariwisata di Yogyakarta dan sejumlah wilayah lainnya.

Bobby menyebut perubahan penerbangan turut memengaruhi pemesanan perjalanan wisatawan dalam beberapa hari terakhir. Sekitar 30 hingga 40 persen pemesanan mengalami perubahan akibat pembatalan atau penjadwalan ulang perjalanan wisata.

"Dampak pada pemesanan sekitar 30 sampai 40 persen, ada yang membatalkan, ada yang rescheduling. Ini yang menjadi dampak di lapangan, termasuk dari teman-teman perhotelan, agen travel, dan transportasi," katanya.

Sebagian wisatawan memilih membatalkan perjalanan, sedangkan lainnya melakukan rescheduling karena harus menyesuaikan bandara transit. Dampak perubahan tersebut juga dirasakan pelaku perhotelan, agen perjalanan, serta penyedia transportasi di Yogyakarta.

Meski terjadi gangguan penerbangan, kekhawatiran wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata dinilai masih relatif kecil. Wisatawan tetap melanjutkan perjalanan dengan menyesuaikan jadwal atau memilih alternatif bandara yang tersedia.

Pelaku industri pariwisata Yogyakarta juga aktif memberikan pembaruan kondisi penerbangan kepada wisatawan dan agen perjalanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan informasi yang jelas sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan selama perjalanan.

"Kami sebagai stakeholder pariwisata juga selalu intens untuk update situasi kepada tamu-tamu kami. Harapannya, hal ini dapat memberikan kenyamanan dan kepastian bagi para wisatawan," ucapnya.

Bobby mengatakan industri pariwisata Yogyakarta juga memberikan kemudahan refund bagi wisatawan yang terdampak kondisi tersebut. Kebijakan itu diterapkan karena gangguan penerbangan akibat erupsi merupakan kondisi di luar kendali wisatawan maupun pelaku usaha.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan sejumlah bandara terdampak kembali dibuka per Selasa, 8 September 2026. Pembukaan kembali dilakukan setelah kondisi penerbangan dinilai memungkinkan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.

"Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali pukul 00.01 WIB. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," ucapnya, dikutip dari Kementerian Perhubungan, Jakarta, 10 September 2026. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....