Satelit NASA Rekam Erupsi Anak Krakatau, Tinggi Abu Vulkanik hingga 15 Kilometer
- 10 Sep 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satelit NASA Landsat 8 dan Suomi NPP merekam aktivitas serta sebaran material erupsi Anak Krakatau.
- Abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian hingga 15 ribu meter dan berdampak pada penerbangan.
- Erupsi eksplosif mereda, tetapi aktivitas Anak Krakatau masih berlangsung dan berstatus Siaga.
RRI.CO.ID, Jakarta - Satelit NASA merekam aktivitas Gunung Anak Krakatau, Sabtu, 5 September 2026, saat letusan berlangsung lebih dari 24 jam. Citra instrumen Operational Land Imager pada satelit Landsat 8 memperlihatkan kepulan gas vulkanik putih di atas awan abu kecokelatan.
Satelit Suomi NPP melalui instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS juga merekam aktivitas erupsi Anak Krakatau. Mengutip NASA, Kamis, 10 September 2026, citra tersebut memperlihatkan sebaran material vulkanik dalam cakupan wilayah yang lebih luas.
Citra kedua satelit tersebut menunjukkan material erupsi Anak Krakatau menyebar ke atmosfer dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan pemantauan BMKG pada 6 September, abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 6 ribu meter di sebelah timur gunung.
Di sebelah barat, abu vulkanik bahkan terpantau mencapai ketinggian hingga 15 ribu meter atau sekitar 50 ribu kaki. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Jawa dan Sumatra.
Adapun, sebanyak delapan bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan tersebut berdampak terhadap hampir 3 ribu penerbangan yang keluar dan masuk wilayah terdampak.
Abu vulkanik juga mencapai sejumlah wilayah berpenduduk, termasuk Jakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat. Paparan abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Pada 6 September, erupsi eksplosif Anak Krakatau mulai mereda, meski aktivitas vulkanik masih berlanjut. Anak Krakatau kemudian kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian berupa semburan abu dan material vulkanik secara berkala.
Hingga 8 September, sejumlah bandara telah kembali beroperasi. Sementara itu status Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....