Geliat Wisata Petik Anggur: Pengelola Hadapi Tantangan Iklim

  • 24 Agt 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wisata petik anggur sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif berbasis pertanian yang menawarkan pengalaman rekreasi bagi pengunjung.
  • Konsep wisata ini berfungsi sebagai media edukasi untuk mengenalkan proses budidaya anggur secara langsung kepada wisatawan.
  • Pesona Bay Sungailiat memberikan perhatian khusus pada perawatan tanaman untuk memastikan kebun anggur tetap menarik dan dapat dikunjungi secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wisata petik anggur mulai dikembangkan sebagai alternatif destinasi wisata berbasis pertanian.

Selain menawarkan rekreasi, konsep tersebut juga mengenalkan proses budidaya anggur kepada wisatawan.

Staf Marketing Pesona Bay Sungailiat, Mayly Maytirkha, mengatakan kebun anggur dikembangkan sebagai daya tarik baru bagi wisatawan. Pengelola juga memberikan perhatian pada perawatan tanaman agar kebun tetap menarik untuk dikunjungi.

“Memang harapannya itu pengin membuka tempat wisata baru di Sungailiat itu sendiri. Memang sengaja ditanam untuk membuat suasana baru ataupun daya tarik baru untuk datang ke hotel juga,” kata Mayly saat berbicang dengan PRO 3 RRI pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurutnya, iklim menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan kebun anggur di Bangka Belitung. Cuaca panas dan kondisi tanah membuat pengelola perlu menambah pupuk serta memperbaiki media tanam.

“Kendalanya di iklim karena nggak semua tempat sama suhu ruangannya. Apalagi kita di Bangka Belitung, panasnya ekstra dan tanah tidak terlalu subur, jadi harus support pupuk,” ujar Mayly.

Kebutuhan air juga menjadi perhatian, terutama ketika memasuki musim kemarau. Mayly mengatakan penyiraman harus ditingkatkan, termasuk untuk lahan baru yang mulai ditanami.

“Memang itu harus lebih diperhatikan lagi, karena untuk bisa tanam anggur juga kita harus menetralkan terlebih dahulu media tanamnya. Dan itu perlu beberapa hari, harus didiamkan dulu baru bisa siap tanam,” ujarnya.

Tantangan serupa juga dihadapi Owner Kebun Anggur Bintan Farmland, Choery Jayadi. Selama 11 bulan beroperasi, kebun tersebut menghadapi kendala cuaca, kualitas tanah, hama, dan perawatan tanaman.

Choery mengatakan perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi tanaman dan meningkatkan risiko serangan hama. "Jadi misalkan musim hujan, selesai hujan nanti tiba-tiba ada keluar semacam telur kutu, daun bisa berubah menjadi layu,” kata Choery.

Meski menghadapi berbagai tantangan, kedua pengelola tetap mengembangkan kebun untuk menarik lebih banyak wisatawan. Pesona Bay, misalnya, memperluas lahan dengan menambahkan pepaya, stroberi, jeruk, lengkeng, dan durian.

Bintan Farmland juga mengembangkan kebun dengan meningkatkan jumlah buah dalam satu pohon dan menambah varietas anggur. Semakin banyak buah yang dihasilkan, semakin besar pula daya tarik wisatawan untuk melihatnya secara langsung.

Pengembangan kebun anggur dilakukan bersamaan dengan upaya pengelola menghadapi tantangan budidaya di wilayah masing-masing. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan kebun anggur sebagai daya tarik wisata bagi pengunjung. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....