Rumah Batik Komar Lestarikan Sepuluh Ribu Desain

  • 17 Jul 2026 22:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah Batik Komar melestarikan lebih dari 10.000 desain kain guna mempertahankan keaslian budaya kriya Bandung.
  • Sentra industri kreatif tersebut menyelenggarakan kegiatan workshop interaktif untuk mengedukasi masyarakat luas.
  • Sindikasi Media Network mendukung publikasi pemberitaan budaya lokal demi meningkatkan daya saing global.

RRI.CO.ID, Bandung - Rumah Batik Komar melestarikan lebih dari 10.000 desain kain guna memperkuat industri kerajinan tangan di Bandung. Upaya tersebut merupakan langkah untuk mempertahankan nilai luhur warisan budaya nusantara di tingkat global.

Sentra produksi kriya tersebut rutin menyelenggarakan kegiatan workshop interaktif bagi masyarakat luas maupun rombongan khusus. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan apresiasi publik terhadap proses pembuatan motif kain tradisional secara mendalam.

Program Eduwisata Batik menjadi wadah pembelajaran langsung bagi pelajar hingga kalangan akademisi dari berbagai daerah. Peserta pelatihan diajarkan mengenai filosofi sejarah serta teknik dasar perintangan warna menggunakan malam panas.

Kegiatan edukasi budaya kriya tersebut telah menjangkau masyarakat luas pada berbagai wilayah di Indonesia. Penyebaran pelatihan membatik tersebut dilaksanakan secara konsisten mulai dari Provinsi Aceh hingga wilayah Papua.

Mereka juga mengembangkan inovasi teknologi modern berupa alat bantu produksi mekanis yang sangat efisien. Inovasi bernama Batik Pendulum tersebut memanfaatkan prinsip ayunan untuk mengalirkan malam panas secara konsisten.

Sentra industri kreatif tersebut memproduksi pula berbagai peralatan pendukung pembatikan yang bercirikan sentuhan tangan. Peralatan khusus tersebut mencakup modifikasi perangkat pencantingan malam hingga rancangan meja kerja pembatik tradisional setempat.

Berkat pengembangan alat bantu tersebut sentra kriya ini sukses meraih lisensi perlindungan kekayaan intelektual. Lembaga pelestarian tersebut kini telah mengantongi empat paten industri resmi terkait berbagai inovasi peralatan.

Koleksi berharga lain dari galeri kriya tersebut meliputi ribuan alat cetak motif kain kuno. Mereka mengamankan sekitar 4.000 canting cap berbahan tembaga berkualitas sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Dokumentasi tertulis juga menjadi aspek penting dalam melestarikan nilai kesejarahan motif batik khas nusantara. Lembaga ini telah menerbitkan berbagai buku hasil penelitian akademis yang membahas sejarah motif kain tradisional.

Pendiri Rumah Batik Komar Komarudin Kudiya menjelaskan fungsi utama pendirian lembaga kriya yang dikelolanya. Sentra produksi tersebut didirikan pertama kali pada tahun 1998 di wilayah Cigadung Kota Bandung.

"Orang sering melihat batik hanya dari tampilannya. Padahal batik memiliki proses, ekspresi, dan nilai budaya yang tidak dimiliki kain bermotif batik hasil cetak," ujar Komar saat menerima kunjungan observasi ke sentra kriya tersebut berlangsung secara langsung pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh rombongan wartawan yang tergabung dalam wadah Sindikasi Media Network (SMN). Ketua Sindikasi Media Network Arif Suharto memapar komitmen lembaganya dalam mendukung publikasi industri kerajinan nasional.

"Kemarin ada pameran batik yang besar mempercayakan ke SMN. (Batik Komar-red) itu salah satu batik yang terkenal, batik tulisnya, batik capnya," kata Arif.

Melalui program kunjungan berkala mereka berkomitmen memberikan dukungan publikasi yang konsisten terhadap kerajinan tangan lokal. Kolaborasi pemberitaan positif tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat global serta menangkal klaim budaya asing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....