Bertahan dari Kayuhan Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta

  • 12 Jul 2026 03:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sepeda ontel jadi ikonik kota tua
  • Masyarakat sangat menikmati sepeda ontel untuk berkeliling kawasan kotu
  • Dengan harga sewa 20 hingga 25 ribu rupiah. Masyarakat sudah merasa puas
  • Para penyedia jasa sepeda ontel harap kawasan kota tua selalu ramai

RRI.CO.ID, Jakarta – Langkah pengunjung terus memadati kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026. Sejak sore hingga malam, kawasan wisata bersejarah itu dipenuhi masyarakat yang menikmati pertunjukan musik, berfoto, hingga menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Di salah satu sudut kawasan Kota Tua, deretan sepeda ontel berwarna-warni tampak berjajar menunggu untuk disewa. Salah satu penyedia jasa sewa sepeda ontel adalah Firman (49), yang setiap hari menawarkan jasanya kepada para pengunjung.

Bagi Firman, sepeda-sepeda itu bukan sekadar sarana wisata. Dari usaha tersebut, ia menggantungkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebelum menjadi penyedia jasa sewa sepeda ontel, Firman bekerja sebagai tukang ojek motor di kawasan Stasiun Kota pada 2003 hingga 2007. Setahun kemudian, tepatnya pada 2008, ia memutuskan beralih profesi dan tetap bertahan hingga kini.

"Setelah berhenti menjadi tukang ojek, saya mulai menyewakan sepeda ontel. Dari zaman Gubernur Fauzi Bowo sampai sekarang saya masih bertahan," katanya kepada RRI.

Firman mengaku, pada awal merintis usaha ia memiliki 10 unit sepeda ontel. Namun, kini jumlahnya tinggal tiga unit karena harus menyesuaikan ketentuan paguyuban komunitas sepeda ontel di kawasan Kota Tua.

Setiap hari, Firman mulai bekerja pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Menurutnya, keramaian pengunjung biasanya mulai terasa pada sore hingga malam hari, terutama saat ada pertunjukan hiburan di kawasan tersebut.

Tarif sewa sepeda ontel yang ditawarkan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu untuk durasi 30 menit. Namun, Firman mengaku kerap memberikan harga lebih murah kepada pengunjung yang memiliki keterbatasan biaya.

"Kalau memang tidak mampu, saya kasih Rp15 ribu atau Rp20 ribu. Tidak semua yang datang ke sini punya uang lebih," ujarnya.

Firman berharap kawasan Kota Tua terus berkembang dan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung akan berdampak pada penghasilan para penyedia jasa sewa sepeda ontel yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....