Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Wamenpar Ajak Industri Perkuat Sinergi

  • 11 Jul 2026 16:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi fondasi penting membangun ekosistem pariwisata yang inovatif, inklusif, serta berkelanjutan bagi Indonesia
  • Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya
  • Di tengah ketidakpastian geopolitik, jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisnus periode Januari hingga Mei 2026 terus tumbuh positif

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan pariwisata Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif meski menghadapi dinamika ekonomi global yang menantang. Ia mengajak seluruh pelaku industri memperkuat sinergi guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi fondasi penting membangun ekosistem pariwisata yang inovatif, inklusif, serta berkelanjutan bagi Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta kunjungan nasional. Angka tersebut meningkat sebesar 7,68 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif sektor pariwisata Indonesia berkelanjutan.

Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan minat masyarakat berwisata di dalam negeri tetap kuat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

"Di tengah ketidakpastian geopolitik, jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisnus periode Januari hingga Mei 2026 terus tumbuh positif. Kondisi tersebut membuktikan Indonesia tetap menjadi destinasi menarik bagi wisatawan mancanegara maupun pelancong domestik dari berbagai daerah," kata Ni Luh Puspa dikutip dalam laman Kemenpar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Wamenpar menilai sektor kuliner, makanan, minuman, dan hospitality memiliki peran strategis dalam memperkuat pengalaman wisata sekaligus perekonomian masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan layanan pariwisata yang berkualitas, inovatif, serta berkelanjutan bersama.

"Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi menghadirkan pengalaman wisata berkualitas dan berkelanjutan. Kami harapkan sinergi pemerintah dan pelaku industri mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....