Vila Mewah di Bali Kini Jadi Destinasi Wisatawan Premium Mancanegara
- 14 Mei 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dinilai sebagai episentrum baru bagi pengembangan pariwisata kelas atas di kawasan Asia Tenggara.
- Reputasi global Bali dan tingginya kepadatan vila premium menjadikannya lokasi paling menarik untuk fase ekspansi ini.
- Sebelum ekspansi masif ini dimulai, platform ThirdHome Exchange telah mengelola hampir 100 properti eksklusif yang tersebar di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Bali selalu punya daya tarik tersendiri di mata wisatawan dunia. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Pulau Dewata juga berkembang menjadi salah satu pusat properti vila mewah terbesar di Asia Tenggara.
Di tengah tren tersebut, perusahaan global pertukaran rumah mewah, ThirdHome, melihat Indonesia sebagai pasar yang semakin menjanjikan. Perusahaan asal Amerika Serikat itu resmi memperluas ekspansinya ke Indonesia dengan mengembangkan jaringan vila dan residensi premium di Bali, Lombok, hingga Sumba.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah wisatawan premium dan pemilik rumah kedua yang mencari pengalaman perjalanan lebih eksklusif dan personal.
Didirikan pada 2010, ThirdHome kini memiliki lebih dari 30 ribu rumah liburan di lebih dari 2.500 destinasi dunia. Jaringan tersebut tersebar di lebih dari 100 negara dengan nilai rata-rata properti mencapai USD2,4 juta atau sekitar Rp40,8 milyar.
Berbeda dengan platform penyewaan akomodasi biasa, ThirdHome mengusung konsep pertukaran rumah mewah berbasis komunitas eksklusif. Pemilik rumah kedua dapat menawarkan waktu menginap di properti mereka untuk mendapatkan kredit perjalanan bernama "Keys", yang kemudian dapat digunakan untuk menginap di rumah mewah lain di berbagai negara.
Model ini dianggap menjadi alternatif bagi pemilik properti yang ingin tetap mendapatkan manfaat dari aset mereka, tanpa harus terlibat dalam penyewaan jangka pendek yang sering kali memerlukan pengelolaan intensif.
"Indonesia adalah pilihan yang jelas untuk fase ekspansi kami berikutnya di Asia Tenggara," kata Direktur ThirdHome, Giles Adam, di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut dia, Bali memiliki kombinasi yang sulit ditemukan di negara lain, yakni popularitas global sebagai destinasi wisata premium dan tingginya jumlah vila mewah milik pribadi. Tidak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan properti ThirdHome di Indonesia terjadi secara organik hingga mendekati 100 properti, bahkan sebelum peluncuran resmi perusahaan di pasar domestik.
Bagi banyak pemilik vila di Bali, rumah kedua kini bukan lagi sekadar simbol gaya hidup atau investasi pasif. Properti premium semakin dipandang sebagai bagian dari ekosistem pariwisata global yang mampu menghasilkan nilai tambah tanpa harus kehilangan eksklusivitasnya.
Di sisi lain, tren wisata pascapandemi juga ikut berubah. Wisatawan kelas premium kini cenderung mencari pengalaman menginap yang lebih privat, fleksibel, dan personal dibanding hotel konvensional. Hal inilah yang membuat vila pribadi dan residensi mewah semakin diminati.
ThirdHome melihat peluang besar dari perubahan perilaku tersebut. Selain Bali, perusahaan juga mulai melirik Lombok dan Sumba, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi luxury tourism berikutnya di Indonesia.
Ke depan, perusahaan juga berencana menggandeng berbagai mitra resort internasional untuk menghadirkan residensi berservis bintang lima di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata premium global, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan berdaya beli tinggi.
Ekspansi ThirdHome menjadi sinyal bahwa pasar properti dan pariwisata mewah Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Bukan hanya untuk wisatawan asing, tetapi juga bagi kalangan domestik yang kini semakin akrab dengan konsep perjalanan eksklusif berbasis pengalaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....