Aktivitas Tambang Bayangi Pesona Wisata Karst Indonesia
- 10 Mei 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aktivitas pertambangan disebut mulai memengaruhi area sekitar kawasan wisata Istana Karst Botolempangan di Maros.
- Asmar memastikan Istana Karst akan dijaga dari aktivitas pertambangan.
- Pentingnya edukasi karst demi meningkatkan rasa cinta terhadap pelestarian alam.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kawasan wisata karst Indonesia kini menghadapi ancaman serius dari aktivitas penambangan batuan yang masif. Padahal, bentang alam unik ini sebenarnya menyimpan kekayaan geologi serta nilai edukasi sangat tinggi.
Ketua Pokdarwis Istana Karst Botolempangan, Asmar, mengungkapkan tantangan besar dalam mengelola wisata berbasis alam. Ia menyebut banyak lahan di Desa Botolempangan, Maros, Sulawesi Selatan yang sudah habis ditambang.
"Karena di sini sudah banyak yang ditambang. Batuannya ditambang," ujar Asmar dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, aktivitas penambangan tersebut menyasar batuan unik yang seharusnya menjadi aset wisata yang berharga. Pemerintah sempat memberikan izin legislasi penambangan untuk memenuhi kebutuhan material bangunan bagi masyarakat.
Namun, kebijakan ini justru mengancam keberlangsungan ekosistem unik di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, kegiatan pengambilan batuan tersebut dikabarkan masih terus berlangsung di sana.
"Bahkan sudah rata itu. Dibanguni gudang-gudang dan rumah," ungkap Asmar menjelaskan kondisi terkini lokasi penambangan tersebut. Ia menjelaskan, meski Istana Karst tidak secara langsung menjadi tempat aktivitas pertambangan, namun area sekitarnya sudah hampir habis.
Asmar terpaksa berjuang keras demi mempertahankan area Istana Karst dari risiko kerusakan total. Meski kawasan di sebelahnya sudah terlanjur ditambang, ia memastikan Istana Karst tidak akan terkena dampaknya.
Pada kesempatan yang sama, Admin Museum Karst Indonesia Wonogiri, Prasetyaningsih menekankan pentingnya edukasi karst bagi masyarakat luas. Ia berpendapat bahwa pengetahuan mendalam dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap pelestarian alam hayati.
"Bisa menyatu dengan konservasi yang ada di daerah karst itu," ucap Nining. Harapannya, wisatawan tidak hanya datang berkunjung tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem yang tersedia.
Perlindungan kawasan karst memerlukan komitmen kuat antara pihak pemerintah, pengelola, dan juga masyarakat. Sinergi ini penting agar warisan geologi Indonesia tidak hilang akibat tindakan tak terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....