Libur Isra Mikraj, Pengunjung Ragunan Meningkat

  • 17 Jan 2026 13:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat banyak yang memilih menghabiskan libur panjang Isra Mikrajnya dengan berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Jakarta. Salah satunya, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang terletak di Jakarta Selatan.

Harga tiket yang murah dan akomodasi terjangkau menjadi alasan masyarakat untuk berkunjung demi mengisi liburan bersama keluarga. "Saya mengajak keluarga yang datang dari kampung ke Ragunan untuk liburan karena tiket masuknya murah dan transportasinya juga mudah," kata Aam, warga Bogor kepada RRI, di Ragunan Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.

Alasan sama juga dilontarkan Nina, warga Jakarta yang mengajak keluarganya berlibur ke Ragunan. Selain harga tiket murah, menurutnya, saat ini Ragunan mulai enak, nyaman serta satwanya yang bersih dan terawat.

"Enak dan nyaman suasananya. Jadi, bisa ajak keluarga sambil liat satwa juga," kata Nina.

Sementara, Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang mengatakan, di libur Isra Mikraj ini, jumlah pengunjunjung mengalami peningkatan. "Hingga pukul 11.00 siang tercatat sekitar 8.000 ribu pengunjung, lebih tinggi dibandingkan hari normal yang berkisar 3.000 hingga 5.000 orang," kata Wahyudi.

Meski kondisi hujan, namun animo masyarakat untuk datang ke ragunan sangat tinggi. Ia memprediksi pengunjung akan bertambah hingga pukul 16.00 sore.

"Sejak November 2025, taman margasatwa Ragunan juga mengadakan Ragunan Night Zoo mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Tapi ini hanya berlaku setiap Sabtu malam," katanya, menjelaskan.

Untuk Ragunan Night Zoo, pihak pengelola hanya membatasi pengunjung yang menggunakan mobil yang disediakan. "Pengunjung yang datang untuk menikmati wisata malam harus menaiki mobil yang telah disediakan, karena tidak semua hewan bisa dilihat pada malam hari," ujarnya.

Adapun hewan yang bisa dilihat pada malam hari seperti Harimau Sumatra, Kuda Nil, serta beberapa mamalia yang memang aktifitasnya malam hari. Adanya program ini, membuat pengelola menerapkan sistem kerja shif bagi petugas.

"Kami menerapkan sistem kerja shif siang dan malam bagi petugas sebagai bentuk kompensasi. Ke depan, pengelola juga berencana menambah pusat primata untuk mendukung operasional wisata malam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....