Tiga Kelompok Ini Bisa Masuk Museum Nasional Gratis
- 02 Jan 2026 09:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) sepakat menaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia dua kali lipat. Menurut Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon penyesuaian harga justru ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap museum.
Dibalik kebijakannya, pemerintah membuka akses bagi kelompok tertentu untuk dapat mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Yaitu lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu yang kini dapat masuk museum secara gratis.
"Untuk disabilitas, lanjut usia, dan anak yatim piatu itu bebas. Gratis," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat (2/1/2026).
Langkah ini menegaskan arah baru pengelolaan museum nasional–inklusif secara sosial, namun berkelanjutan secara kualitas. Pemerintah menilai selama ini harga tiket museum di Indonesia terlalu murah jika dibandingkan dengan standar internasional.
Di Eropa, kata Fadli, tiket masuk museum rata-rata dipatok mulai dari 12 hingga 65 euro. Sementara di Indonesia, harga masih tergolong sangat terjangkau.
Saat ini, tiket Museum Nasional untuk masyarakat umum ditetapkan sebesar Rp50 ribu. Sedangkan pelajar dan rombongan mendapat harga khusus Rp30 ribu.
Penyesuaian tarif ini tidak berdiri sendiri, Museum Nasional juga menghadirkan peningkatan fasilitas dan koleksi. Termasuk pameran langka Manusia Jawa (Javaman) atau Homo erectus yang baru kembali ke Indonesia.
Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan lukisan-lukisan purba dari kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Yang kini menjadi bukti penting perjalanan peradaban manusia di Nusantara.
"Dengan koleksi yang semakin lengkap, mereka yang membayar bisa benar-benar memahami peradaban Indonesia. Khususnya melalui artefak yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," ujarnya.
Merespon naiknya harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia, sejumlah masyakat menilai tarif tersebut tergolong mahal. Widjaya, seorang pekerja swasta, menilai harga tiket Museum Nasional yang sebelumnya Rp25 ribu sudah pas.
"Karena Rp 50.000 kemahalan sekali, padahal tujuannya untuk wisata edukasi. Rp 25.000 saja sudah pas harganya masih sepi, apalagi Rp 50.000," katanya saat dihubungi oleh RRI, Kamis (1/1/2025).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....